Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

Wednesday, 22 April 2020

Doa Kesembuhan Penyakit

"Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, Penghilang kesukaran dan penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah Penyembuh, tiada penyembuh melainkan-Mu, dengan penyembuhan yang tidak mendatangkan penyakit semula."
(Riwayat al-Bukhari)

Doa Perlindungan untuk Anak - Anak

أعوذبكلماتاللهالتامة،من كل شطان،وهامة،ومن كل عين لا مة
"Aku berlindung kepada kalimah - kalimah Allah yang sempurna daripada setiap gangguan syaitan, makhluk yang mempunyai racun yang boleh membunuh, dan setiap penglihatan yang jahat erta membahayakan."
(Riwayat al-Bukhari)

Post lain yang berkaitan
1. Koleksi Doa
http://zul1979.blogspot.com/search/label/Doa

Sunday, 19 April 2020

Doa keluarga bahagia

"Dan orang - orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri - isteri dan keturunan kami sebagai qurrata a'yun (penyenang hati kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang - orang yang bertaqwa."
(Surah al-Furqan 25:74)

Tuesday, 14 April 2020

Doa Para Nabi AS dalam al-Quran

1.     Doa Nabi Adam a.s.
رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. Al-A’raf/7:23)
2.     Doa Nabi Nuh a.s.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran. (Q.S. Nuh/71: 28)
رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ ۗوَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” (Q.S. Hud/11: 47)
رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (Q.S. Al-Mu’minun/23: 29)
3.     Doa Nabi Hud a.s.
اِنِّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ رَبِّيْ وَرَبِّكُمْ ۗمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil). (Q.S. Hud/11: 56)
4.     Doa Nabi Ibrahim a.s.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah/2: 127)
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Q.S. Al-Baqarah/2: 128)
Ibrahim/14:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim/14: 40)
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” . (Q.S. Ibrahim/14: 41)
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 83)
وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 84)
وَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ ۙ
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat, (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 85)
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
“Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. (Q.S. Al-Mumtahanah/60: 4)
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Q.S. Al-Mumtahanah/60: 5)
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (Q.S. Ash-Shaffat/37: 100)
5.     Doa Nabi Luth a.s.
رَبِّ انْصُرْنِيْ عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ
“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu.” (Q.S. Al-‘Ankabut/29: 30)
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (Q.S. Asy-Syu’ara’/26: 169)
6.     Doa Nabi Ya’qub a.s.
اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ
“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. (Q.S. Yusuf/12: 86)
7.     Doa Nabi Yusuf a.s.
رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
“Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (Q.S. Yusuf/12: 33)
فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ
(Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (Q.S. Yusuf/12: 101)
Sumber


Doa Nabi Adam AS

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
(al-A'raf ayat 23)

Doa Nabi Musa AS


Doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Yunus AS






Saturday, 1 February 2014

Keutamaan 2 ayat akhir Al Baqarah

(Maksudnya) “Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. Mereka berkata: 

Kami tidak membeza-bezakan antara seseorang dari Rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan: Kami patuh dan taat; Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah s.w.t. tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa 

“Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami; dan rahmatilah kami, Engkaulah penolong kami, tolonglah kami atas orang-orang kafir.”

(Surah AL-BAQARAH: 285-286)

Untuk perlindungan dari segala kejahatan:

Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al-Baqarah, maka cukuplah baginya.” (dari hal-hal yang membencikan dan menurut sebahagian pendapat; sama dengan bersembahyang malam)

(Riwayat Bukhari Muslim)

Friday, 10 January 2014

Doa Nabi Ibrahim AS

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama Nabi Ismail meninggikan binaan asas-asas (tapak) Baitullah (Kaabah) itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui;

127

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

"Wahai Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua: orang-orang Islam (yang berserah diri) kepadaMu, dan jadikanlah daripada keturunan kami: umat Islam (yang berserah diri) kepadamu, dan tunjukkanlah kepada kami syariat dan cara-cara ibadat kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani;

Ayat 128

Surah Al Baqarah

Sunday, 29 September 2013

Panduan memasuki rumah baru dalam Islam

Beri salam

Islam menganjurkan sebaik-baik adab memasuki rumah baru atau rumah kosong ialah dengan memulai memberi salam sebagaimana firman Allah SWT,

“Maka apabila kamu masuk ke mana-mana rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada (sesiapa yang seperti) kamu dengan memohon kepada Allah cara hidup yang berkat lagi baik.” [Al-Nur :61]
Lafaz salamnya ialah :

ألسلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
Maksudnya : “Salam sejahter ke atas kami dan sekalian hamba-hamba Allah yang soleh”.
As-Salam ialah salah satu nama Allah yang Maha Mulia, ertinya Maha Sejahtera. Justeru rumah yang dimasuki dengan ucapan salam, rumah itu akan sejahtera , penghuninya dilimpahkan berkat, dikurniakan rezeki yang cukup, hidup dalam keadaan aman, damai dan tenteram serta terhindar daripada gangguan syaitan.
Dalam sepotong hadis, yang bermaksud :“Tiga golongan, semua mereka itu dijamin oleh Allah, jika dia hidup akan diberi kecukupan dan jika dia mati akan masuk syurga, iaitu: Sesiapa yang masuk ke rumahnya dengan memberi salam, maka dia dijamin oleh Allah, sesiapa yang keluar pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Allah dan sesiapa yang keluar untuk pergi berjihad di jalan Allah, maka dia dijamin oleh Allah.” (Hadis riwayat al-Bukhari)
Rumah baru atau rumah kosong kadang-kadang dihuni oleh makhluk lain yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar. Dengan ucapan salam kadang-kadang terbukti makhluk yang memusuhi kita boleh menjadi baik dan tidak mengganggu kita.

Baca ayat-ayat al-Quran...
Selepas memberi salam hendaklah membaca ayat Qursi, surah al-Falaq dan surah an-Nas. Sabda Rasulullah saw,
أن البيت الذى تقرأ فيه سورة البقرة لا يقربه شيطان ثلاثا
Maksudnya : “ Rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah tidak akan diduduki syaitan sampai tiga hari”.
Baca doa ...
Hendaklah berdoa dengan bacaan seperti berikut,
أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق
Maksudnya : “Aku memohon perlindungan dengan kalimah Allah yang sempurna dari kejahatan makhluknya”
Buat kenduri doa selamat ... 
Elok juga diadakan doa selamat menjemput dan menjamu orang-orang soleh.
Solat berjemaah bersama keluarga ....
Solat berjemaah bersama keluarga, bertadarus dan berwirid yang mana kesemua amalan ini akan menolak kejahatan dan gangguan syaitan, jin dan lebih-lebih lagi perbuatan sihir.
Laungkan azan..
Selain itu adalah baik melaungkan azan ketika pertama kali memasuki rumah baru atau rumah yang telah lama ditinggalkan dan tidak dihuni oleh sesiapa.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw pernah memberitahu bahawa sekiranya sesebuah rumah itu terlalu lama dikosongkan (tanpa penghuni) ianya akan dimasuki sejenis makhluk halus (jin yang dikenali dengan Al-'Ammar) yang suka tinggal di rumah yang tidak berpenghuni.
Dalam hadis yang lain pula, Baginda saw bersabda yang maksudnya: "Ketika azan dilaungkan, syaitan akan melarikan diri......"
Haram menggantung tangkal jika ....
Menggantung sesuatu di rumah selain ayat-ayat Al-Quran sebagai tangkal seperti daun-daun berduri, belangkas atau kuda laut dengan niat untuk menjauhkan seisi rumah dari gangguan syaitan, perbuatan sihir dan sebagainya adalah haram.
Haram bela ikan puyu jika ....
Begitu juga haram membela ikan puyu jika beriktikad ikan itu boleh mengelakkan tuan rumah dari di kena pukau hukumnya adalah haram.
Gantung ayat Al-Quran ... ? 
Manakala menggantung ayat-ayat Al-Quran tulisan khat hukumnya harus sekiranya ayat-ayat itu tidak dilukis gambar manusia atau binatang.
Apa hukum menyemah rumah ..? 
Haram hukumnya menyemah rumah baru yang diduduki dengan jampi mentera dan menabur sesuatu sama ada di dalam atau di luarnya. Kalau diiktikadkan dengan perbuatan itu satu penyeruan kepada makhluk selain Allah adalah syirik.

Sumber

Saturday, 13 July 2013

Doa untuk keluarga (Al Furqan ayat 74)

ALHAMDULILLAH, sekali lagi saya rafakkan kesyukuran kepada Yang Maha Esa kerana diberi pelbagai kurniaan nikmat yang tidak terhitung. Antara anjuran Islam supaya kita sentiasa berdoa terutamanya kepada keluarga dan zuriat kita.

Benarlah firman Allah SWT yang bermaksud: 

Dan juga mereka (yang diredai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa dengan berkata: 

Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh daripada isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang mahu bertakwa. (al-Furqan: 74)

Apakah makna sifat ini? Mereka berdoa kepada Allah SWT, kembali dan menghadap ke wajah-Nya yang mulia, memohon agar Dia menganugerahkan isteri daripada keturunan yang menyenangkan hati mereka, melapangkan dada, menggembirakan. Juga memohon agar menjadikan mereka sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Doa ini menggambarkan harapan manusia. Jika yang diharapkan adalah keduniaan, maka doa dan permintaan itu terbatas untuk di dunia sahaja dan jika harapannya adalah akhirat, maka hasratnya tertuju ke akhirat.

Allah telah menyebutkan beberapa sikap manusia pada musim haji. 

Firman-Nya lagi yang bermaksud: 

"Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan amalan ibadat haji kamu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebut dan mengingati Allah SWT (dengan membesarkan-Nya) sebagaimana kamu dahulu menyebut-nyebut (memuji-muji) datuk nenek kamu, bahkan dengan sebutan yang lebih lagi. 

Dalam pada itu, ada di antara manusia yang (berdoa dengan) berkata: Wahai Tuhan kami! Berilah kami (kebaikan) di dunia. Orang-orang ini diberikan kebaikan di dunia dan tidak ada baginya sedikitpun kebaikan di akhirat. 

Dan di antara mereka pula ada yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami daripada azab neraka. " 
(al-Baqarah: 200-201)

Syeikh al-Maraghi dalam mentafsirkan ayat di atas iaitu ayat daripada surah al-Furqan dengan berkata: 

"Mereka itu terdiri daripada orang yang memohon kepada Allah SWT supaya diberikan keturunan yang taat dan beribadat semata-mata kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Sebenarnya bagi orang yang beriman, apabila melihat keluarganya taat seperti dirinya, tentulah dia akan merasa senang dan bergembira. Dia mengharapkan mereka boleh memberikan kebahagiaan dunia di sepanjang hidupnya dan akan bertemu mereka di akhirat kelak.

Mereka juga memohon agar Allah SWT menjadikan mereka sebagai imam yang diteladani ketika menegakkan panji-panji agama dengan menganugerahkan ilmu yang luas serta memberinya taufik bagi mengerjakan amal soleh.

Muslim pula meriwayatkan daripada Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: 

"Apabila seseorang Muslim itu mati, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, anak yang soleh yang sentiasa mendoakannya, ilmu yang bermanfaat setelah kematiannya dan sedekah yang sentiasa mengalir."

Dalam mencapai keluarga bahagia dan harmoni, antara perkara yang penting ialah melaksanakan perintah Allah seperti solat dan ibadah yang lain, saling bertolak ansur, melaksanakan amal makruf dan nahi mungkar dengan penuh hikmah di samping saling bantu-membantu dan tolong-menolong antara satu sama lain. Ia sudah pasti akan membawa banyak kelebihan dan pasti utuh institusi kekeluargaan.

Penawar
Mereka memohon dua perkara kepada Allah SWT, yang pertama, supaya Allah SWT memberi mereka isteri dan keturunan yang sentiasa beribadat kepada-Nya semata-mata sehingga mendatangkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Kedua, supaya Allah SWT menjadikan mereka sebagai orang yang memberi petunjuk, penyeru kebaikan dan mengajak ke arah perbuatan yang makruf serta mencegah perbuatan yang mungkar.
Semoga Allah mengurniakan kepada kita zuriat yang soleh dan solehah yang menjadi penawar mata hati kita bukan semata-mata di dunia tetapi juga merentasi di akhirat.


Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Bicara_Agama/20130628/ba_03/Doa-untuk-keluarga#ixzz2YuvHAjB7
© Utusan Melayu (M) Bhd