Showing posts with label al quran. Show all posts
Showing posts with label al quran. Show all posts

Monday, 16 March 2026

Pengajaran dari Surah AL Baqarah

Surah Al-Baqarah, sebagai surah terpanjang dalam Al-Quran, mengandung begitu banyak pengajaran yang menjadi landasan hidup seorang Muslim. Berikut adalah perincian pengajaran dari surah ini berdasarkan tema-tema utamanya, dilengkapi dengan rujukan dari kitab tafsir dan sumber terpercaya.

📜 Klasifikasi Pengajaran Utama Surah Al-Baqarah

Para ulama mengkategorikan pengajaran Surah Al-Baqarah ke dalam beberapa pilar utama yang saling melengkapi. Berikut ringkasannya:

Aspek Pengajaran Kandungan Utama Rujukan Ayat & Tafsir
Akidah & Keesaan Allah Prinsip tauhid, bukti kekuasaan Allah, iman kepada yang gaib. Ayat 1-5, 163, 255 (Ayat Kursi) 
Hukum & Syariat Puasa, haji, jihad, larangan riba & judi, aturan pernikahan. Ayat 183, 196, 219, 275, 222-223 
Kisah & Sejarah Umat Kisah penciptaan Adam, Bani Israil, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim. Ayat 30-39, 40-86, 67-73, 124-134 
Muamalah & Etika Sosial Adil dalam transaksi, larangan korupsi, perintah infak, urusan utang-piutang. Ayat 188, 267, 282-283 
Ujian & Spiritualitas Hakikat ujian hidup, perintah sabar, doa dan perlindungan. Ayat 155-157, 285-286 

📖 Perincian Pengajaran dan Rujukan

Berikut adalah penjelasan terperinci dari setiap kategori pengajaran di atas:

1. Pengajaran Akidah dan Keesaan Allah (Tauhid)

Surah ini dimulai dengan penetapan Al-Quran sebagai petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada hal gaib . Puncak dari pengajaran tauhid terdapat dalam Ayat Kursi (ayat 255) , yang menggambarkan keesaan, kekuasaan mutlak, dan ilmu Allah yang meliputi langit dan bumi. Ayat ini menjadi benteng akidah seorang Muslim .

2. Pengajaran Hukum dan Syariat Islam

Surah Al-Baqarah merinci peralihan dari syariat sebelumnya ke syariat Islam. Beberapa hukum penting yang diajarkan antara lain:

· Ibadah: Perintah puasa Ramadhan (ayat 183) dan ibadah haji & umrah (ayat 196) .
· Larangan: Mengharamkan riba secara tegas (ayat 275-279), melarang judi (maisir) dan memakan harta anak yatim .
· Keluarga: Menjelaskan aturan tentang haid, talak (cerai), dan Iddah bagi wanita .

3. Pengajaran dari Kisah-Kisah Umat Terdahulu

Surah ini kaya akan kisah yang sarat pelajaran (ibrah):

· Kisah Penciptaan Adam: Mengajarkan tentang kemuliaan manusia, asal-usul kejahatan (Iblis), dan konsekuensi dari kesalahan serta pintu taubat (ayat 30-39) .
· Kisah Bani Israil: Menjadi peringatan panjang tentang sikap keras kepala, suka membantah perintah Allah (seperti menyembelih sapi betina), dan mengubah isi kitab suci (ayat 40-86, 67-73). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan kisah sapi betina ini sebagai ujian berat yang memperlihatkan kekakuan Bani Israil .
· Kisah Nabi Ibrahim: Menjadi teladan dalam pencarian Tuhan, kepasrahan total (Islam), dan meninggikan fondasi Ka'bah (ayat 124-134) .

4. Pengajaran Muamalah dan Etika Sosial

Ini adalah bagian terpanjang tentang interaksi sesama manusia:

· Keadilan dalam Ekonomi: Perintah untuk tidak memakan harta orang lain secara batil dan larangan menyuap (ayat 188) .
· Infak dan Sedekah: Anjuran untuk menginfakkan rezeki yang terbaik, bukan yang buruk (ayat 267) .
· Utang Piutang: Ayat terpanjang dalam Al-Quran (ayat 282) mengajarkan secara rinci tentang pencatatan utang, saksi, dan prinsip kehati-hatian dalam transaksi untuk menghindari keraguan dan perselisihan .

5. Pengajaran tentang Ujian dan Spiritualitas

Surah ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia adalah ujian:

· Hakikat Ujian (Ayat 155): Allah pasti akan menguji manusia dengan rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa ujian ini hanyalah sedikit dibanding ganjaran yang disediakan, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat manusia .
· Kunci Menghadapi Ujian: Kesabaran (ayat 155) dan ucapan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (ayat 156) adalah benteng spiritual .
· Perlindungan Diri: Membaca 10 ayat tertentu (4 ayat awal, Ayat Kursi + 2 ayat setelahnya, dan 3 ayat akhir) dipercaya dapat melindungi rumah dari gangguan syaitan . Dua ayat terakhir (285-286) adalah anugerah istimewa dari Allah untuk Nabi Muhammad SAW yang mengandung doa perlindungan dan pengakuan akan kelemahan hamba .

Kesimpulannya, Surah Al-Baqarah adalah panduan hidup yang komprehensif. Ia membimbing pembacanya dari persoalan akidah yang paling dasar hingga aturan sosial yang paling kompleks, semuanya berpusat pada konsep ketakwaan dan penghambaan diri kepada Allah.

#AlQuran

Tuesday, 10 March 2020

Bentuk - Bentuk Komunikasi Islam

A. PENDAHULUAN

Objek kajian Ilmu Komunikasi Islam terdiri dari tiga bentuk komunikasi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiga bentuk komunikasi tersebut adalah: 

komunikasi manusia dengan Allah, 
komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan 
komunikasi manusia dengan sesama makhluk lainnya.

B. BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM

1. Komunikasi Ilahiah

Komunikasi Ilahiah adalah bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Bentuk komunikasi ini bersifat alami dan merupakan wujud dari adanya ruh kehidupan yang ditiupkan Allah kepada makhluk-Nya. Dengan tiupan ruh-Nya, manusia selalu rindu ingin berkomunikasi dengan-Nya, terutama saat berada dalam kondisi sulit.

Pola Komunikasi Manusia dengan Penciptanya

a. Pola Komunikasi dengan Manusia Pilihan

- Komunikasi Langsung 
  Komunikasi langsung antara Allah dan manusia pernah terjadi pada Nabi Musa AS. Karena itu, Musa diberi gelar *Kalimullah* (orang yang dapat berkomunikasi langsung dengan Allah SWT). Komunikasi langsung antara Musa dan Penciptanya pertama kali terjadi ketika Musa menerima wahyu pertama di Bukit Thursina.  
  Nabi Muhammad SAW juga pernah berkomunikasi langsung dengan Allah di Sidratul Muntaha saat dipanggil untuk menerima perintah salat.  
  Bentuk komunikasi seperti di atas tidak terjadi lagi pada manusia biasa, meskipun pintu komunikasi dengan Allah tetap dibuka dengan cara dan media yang lain.

- Komunikasi dengan Wahyu
  Komunikasi melalui wahyu merupakan jenis komunikasi yang paling lazim terjadi pada semua nabi. Contoh bentuk komunikasi ini terjadi pada Nabi Ibrahim ketika dia meminta kepada Allah agar dibuktikan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah meninggal.  
  Juga terjadi pada Nabi Zakaria yang berkomunikasi dengan Penciptanya agar dikaruniai seorang anak yang akan melanjutkan perjuangannya.  
  Komunikasi ini juga terjadi antara Nabi Isa dengan Penciptanya. Al-Qur’an merekam komunikasi ini dalam Surah Al-Maidah ayat 116-118. Tema besarnya adalah tentang ketuhanan Yesus dan Maria, apakah ajaran itu bersumber dari Isa atau bukan. Al-Qur’an menyatakan bahwa Isa menolak jika ajaran tersebut bersumber darinya.

b. Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa

- Salat
  Secara lahiriah, salat berkaitan dengan pekerjaan jasmani seperti berdiri, duduk, rukuk, sujud, serta semua perkataan dan perbuatan. Selain gerakan, aktivitas salat juga berkaitan dengan hati, yaitu mengagungkan Allah, membesarkan-Nya, takut, cinta, taat, memuji, bersyukur kepada-Nya, serta bersikap rendah hati dan patuh kepada Allah.  
  Salat adalah ajaran Islam yang mengajarkan kepada penganutnya untuk berkomunikasi secara intensif dengan Allah. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berkomunikasi dengan-Nya melalui media salat minimal lima kali sehari pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

- Dzikir
  Secara bahasa, dzikir berarti mengingat sesuatu dengan cara diucapkan lisan atau dihadirkan di dalam hati. Dzikir adalah salah satu bentuk komunikasi manusia kepada Allah dengan cara menghadirkan-Nya di dalam hati, menyebut-Nya dengan lisan, mempelajari dan mengajarkan ajaran-Nya, serta mencegah orang dari hal-hal yang dilarang-Nya. Komunikasi dengan Allah adalah salah satu cara seorang hamba untuk selalu diingat oleh-Nya.

- Istighfar dan Taubat
  Tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. Yang membedakan adalah tingkat kesalahan, frekuensi berbuat salah, dan kesadaran untuk mengevaluasi diri. Manusia normal, jika melakukan kesalahan, pasti akan merasa bersalah.  
  Seseorang dapat melakukan istighfar jika ia mampu membaca dan menyadari kesalahan yang dilakukannya. Setelah istighfar berhasil dilakukan, langkah selanjutnya adalah taubat, yaitu kembali ke jalan yang benar setelah melakukan kesalahan.

- Tilawah Al-Qur’an 
  Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan hamba-Nya. Di dalamnya terdapat banyak bentuk komunikasi, antara lain:  
  1. Komunikasi antara Allah dengan Malaikat.  
  2. Komunikasi Allah dengan para nabi dan rasul.  
  3. Komunikasi Allah dengan Iblis.  
  4. Komunikasi Allah dengan manusia melalui perantara rasul.  
  5. Komunikasi Allah dengan manusia secara langsung.  
  6. Komunikasi Allah dengan makhluk lainnya.  
  7. Komunikasi sesama manusia.

C. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Setiap hari, bahkan setiap waktu, kita melakukan komunikasi intrapersonal. Semua objek yang kita lihat dan dengar akan terekam, tersimpan, dan dapat dipanggil kembali saat kita memerlukannya.  
Proses melihat dan mendengar objek, lalu memaknai apa yang diindera, serta merekam apa yang kita persepsikan, berlangsung sangat cepat dalam diri kita. Proses yang terjadi di dalam diri ini disebut komunikasi intrapersonal (atau intrapribadi).

D. KOMUNIKASI ANTARMANUSIA

1. Komunikasi Antarpersona (Antarpribadi)

Ada yang menyebutnya komunikasi dua orang. Komunikasi antarpribadi dalam Islam menempati posisi yang sangat penting.  
Komunikasi antarpribadi didefinisikan melalui tiga pendekatan: berdasarkan komponen, berdasarkan diadik, dan berdasarkan pengembangan.  
Komunikasi antarpribadi memiliki delapan karakteristik:  
- Melibatkan paling sedikit dua orang.  
- Memiliki umpan balik (*feedback*).  
- Tidak harus melalui tatap muka.  
- Tidak harus memiliki tujuan tertentu.  
- Menghasilkan beberapa pengaruh (*effect*).  
- Tidak harus menggunakan kata-kata.  
- Dipengaruhi oleh konteks.  
- Dipengaruhi oleh kegaduhan (*noise*).

2. Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok merupakan bagian dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Berkelompok adalah salah satu kebutuhan dasar manusia.  
Suatu perkumpulan baru disebut kelompok jika memenuhi dua syarat: *pertama*, anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok; *kedua*, nasib anggota kelompok saling bergantung sehingga hasil setiap orang terkait dengan cara tertentu dengan hasil yang lain.  
Hidup berkelompok dalam Islam disebut hidup berjamaah. Dalam Islam, kehidupan berjamaah sangat dianjurkan, bahkan terwujud dalam praktik beragama. Kaum muslimin sangat dianjurkan melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid.  
Selain anjuran salat berjamaah, Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk hidup berjamaah dalam menjalani kehidupan.

3. Komunikasi Massa

Menurut Bittner (dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam *Psikologi Komunikasi*), komunikasi massa adalah *"message communicated through a mass medium to a large number of people"* (pesan yang dikomunikasikan melalui media massa kepada sejumlah besar orang).

Empat tanda pokok komunikasi massa:  
1. Bersifat tidak langsung — harus melalui media teknis.  
2. Bersifat satu arah — tidak ada interaksi antara peserta komunikasi.  
3. Bersifat terbuka — ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim.  
4. Mempunyai publik yang secara geografis besar.

Berdasarkan definisi serta pokok-pokok di atas, komunikasi massa memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam skala luas, baik sekadar menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, membimbing, maupun mempengaruhi pemikiran mereka.  
Berdasarkan definisi di atas, komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media yang dapat menjangkau massa dalam skala luas. Media yang dapat digunakan untuk komunikasi bentuk ini adalah surat kabar, majalah, film, radio, televisi, dan internet.

Sumber:
http://mirdhayurfiza.blogspot.com/2015/07/bentuk-bentuk-komunikasi-islam.html

Saturday, 30 November 2013

Adab belajar menurut Islam

Inilah Adab Belajar Menurut Islam

21 Mei 2012 13:07 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul Wahab

Hakikat hidup adalah belajar. Hakikat belajar adalah proses transformasi diri menuju peningkatan kapasitas intelektual, keluhuran moral, kedalaman spiritual, kecerdasan sosial, keberkahan profesional, dan perubahan sosial menuju khaira ummah (umat terbaik). Dengan belajar, manusia bisa hidup bermartabat dan membangun peradaban yang bersendikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Perintah Allah SWT yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah membaca. (QS al-Alaq [96]:1-6). 

Perintah ini sangat penting karena inti belajar adalah membaca. Tidak ada proses pembelajaran yang tidak melibatkan aktivitas pembacaan. Dalam Islam, belajar adalah ibadah. 

"Menuntut ilmu itu (belajar) wajib bagi Muslim dan Muslimah." (HR Muslim).

Perintah membaca tersebut sarat dengan adab (etika) mulia. Tidak semua membaca itu disebut belajar atau mencari ilmu. Alquran mula-mula mengaitkan perintah membaca dengan bismi rabbik (atas nama Tuhanmu). Artinya, adab belajar mengharuskan pelajar untuk meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain.

Imam Syafi’i (150- 204 H) pernah “curhat” kepada gurunya, Waqi’ mengenai hafalannya yang buruk. Sang guru menasihatinya agar meninggalkan maksiat. Kata sang guru, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. Dengan demikian, belajar harus jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidup si pembelajar.

Selain bismi rabbik dan menjauhi maksiat, pelajar juga harus senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya.

“Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Imam Syafi’i juga menegaskan bahwa ilmu itu bukan yang dihafal dalam pikiran, tetapi yang bermanfaat dalam perbuatan.

Sabda Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuknya (amalnya tidak semakin baik), maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah.” (HR ad-Darimi).

Belajar menuntut optimalisasi kecerdasan, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran karena belajar itu bukan merupakan proses yang instan, (langsung berilmu) tetapi memerlukan kerja ikhlas, keras, dan cerdas.

Imam Syafi’i, pernah bersyair,

“Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali terpenuhinya enam hal, yaitu: kecerdasan, antusiasme (kesungguhan), kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang lama.” 

Jadi, belajar itu bukan sekadar datang ke sekolah atau kampus untuk mendengar dan mencatat apa yang disampaikan guru, melainkan juga berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas.

Karena belajar itu ibadah, maka menurut Imam Ja’far as-Shadiq, belajar itu harus dimulai dengan thaharah (pembersihan diri) dan berwudhu agar terhindar dari godaan setan.

Adab lainnya adalah menghormati guru dan ulama. Seorang pelajar juga dianjurkan untuk berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pemikiran. Wallahu a’lam

Red: Heri Ruslan

Sumber
http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/21/m4cznr-inilah-adab-belajar-menurut-islam

Wednesday, 31 July 2013

Fakta Ilmiah dalam Al Quran

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).
 
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.
 
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya,
 
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
 
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
 
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.

1. Fakta tentang besi

Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
 
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
 
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
 
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
 
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)

2.  Fakta penciptaan berpasang-pasangan

Surat Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49).
 
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata.
 
Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.

3. Fakta tentang garis edar tata matahari

Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.
 
Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:
 
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)
 
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)
 
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)
 
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)
 
Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini.  Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.
Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.

4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap

Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.
 
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
 
Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.
Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
 
Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

5. Fakta tentang jenis kelamin bayi

Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.
 
Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.”
 
Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.

6. Fakta tentang sidik jari manusia

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
 
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
 
QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
 
7. Fakta tentang menyusui bayi selama 2 tahun
 
Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.
 
Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.
 
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

8. Fakta tentang relativitas waktu

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
 
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
 
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
 
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
 
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.

9. Fakta tentang gunung

Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung  muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan  lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.
 
Alquran menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.
 
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)
 
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)

10. Fakta tentang dasar lautan yang gelap

Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman  1000 meter  tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
 
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
 
Ref
 
sumber : bbrp/detik/HK/LJk