Showing posts with label anekdot indonesia. Show all posts
Showing posts with label anekdot indonesia. Show all posts

Monday, 24 August 2026

Lagu Sumando di Rantau Hati


Lagu / Lirik : BorneoRider

Genre: Balada Minang / Nasihat Kehidupan 

 

Oi dunsanak… 

Hiduik bukan untuak bagaya… 

Tapi untuak manjago marwah jo keluarga… 

 

Datang sumando ka rumah urang 

Bukan manumpang makan sajo 

Adat dijunjuang jo hati nan lapang 

Budi jo sopan jadikan pusako 

 

Jalan ka sawah di pagi hari 

Kabut turun di kaki gunuang 

Kalau lalaki indak berbudi 

Hilang hormat di mato urang

 

Jangan jadi langau hijau 

Datang hanya waktu kenduri 

Bini menangih anak marayu 

Ayah pulang ndak mancari rezeki 

 

Jangan jadi kacang miang 

Pandai manih di awal sajo 

Janji tabang dibao angin 

Rumah tanggo jadi kecewa 

 

Jadilah sumando nan elok 

Ringan tangan hati pun elok 

Bukan bagak di muko urang 

Tapi kuat waktu susah datang 

 

Anak dipangku jo kasih sayang 

Kamanakan dibimbiang jalan 

Adat Minang jadi pegangan 

Syarak teguh sepanjang zaman 

 

Lapiak buruk usah jadi 

Hiduik malas membebani hati 

Urang kampuang mulai mancaci 

Karano diri indak berbudi 

 

Padi masak di sawah datar 

Angin petang babau tanah 

Lalaki elok bukan nan pintar 

Tapi nan jujur jo amanah 

 

Kalau rantau jauh dijalani 

Jangan lupa asal usali 

Bundo kanduang mananti pulang 

Mambao nama nan tarpuji 

 

Harta habih bisa dicari 

Tapi malu susah diganti 

Jagolah hati jo tingkah laku 

Supayo mulia sampai mati 

 

Jadilah sumando nan sabana 

Tagak luruih di jalan agama 

Bukan langau di ateh meja 

Tapi pelindung anak jo keluarga 

 

Adat basandi syarak mulia 

Syarak basandi Kitabullah 

Kalau hidup ingin bahagia 

Hormati rumah tempat singgah 


Oi dunsanak… 

Lelaki bukan diukur dari kato… 

Tapi dari tanggungjawabnyo… 

Sunday, 26 July 2026

Lirik Petuah Hasehat

Qasidah Melayu judul Petuah Nasehat

Ciptaan H. Jalidar Abd Rahim (Group Nur El Sabah) dari Sumatera Utara


Bila diri ingin dikenang...

Semailah benih...ditengah sawah

Bila diri ingin dikenang...

Semailah benih... ditengah sawah

Bawalah ilmu...padi di ladang

Tambah berisi...tunduk kebawah

Bawalah ilmu...padi di ladang

Tambah berisi...tunduk kebawah


Bila diri ingin terpandang...

Jauhi kata tinggi melambung ...

Bila diri ingin terpandang

Jauhi kata tinggi melambung


Jauhi sifat ayam di kandang...

Bertelur satu ribut sekampung

Jauhi sifat ayam di kandang

Bertelur satu ribut sekampung



Jauhi sifat mengaku pandai

Angkuh dan sombong menepuk dada

Jauhi sifat mengaku pandai

Angkuh dan sombong menepuk dada


Ingat petuah penyu dipantai

Telur beratus namun tak bangga

Ingat petuah penyu dipantai

Telur beratus namun tak bangga


Bila ingin harum bak mawar...

Jauhi sifat meninggi diri...

Bila ingin harum bak mawar..

Jauhi sifat meninggi diri...


Bisa ular tidak kan tawar...

Walau menyuruk batang berduri...

Bisa ular tidak kan tawar...

Walau menyuruk batang berduri...

Lirik Petuah Nasehat

Cover lagu Petuah Nasehat

Ciptaan H. Jalidar Abd Rahim (Group El Sabah) dari Sumatera Utara


Kalaulah pandai meniti buih...

Selamatlah badan sampai ke seberang....

Di dalam hidup banyak rintangan...

Orang yang sabar Tuhan kasihkan...

Hidup banyak rintangan...

Orang yang sabar Tuhan kasihkan...


Tanak pulut santan binasa....

Kerana mulut badan binasa.....

Fikirkan dulu yang hendak dikata....

Jangan ikutkan nafsu semata....

Fikirkan dulu yang hendak dikata.....

Jangan ikutkan nafsu semata....


Kalaulah mandi bergilir - gilir...

Bila terkenang dkerja di sawah...

Hidup di dunia kan terus begini...

Sekali senang, sehari susah...

Hidup di dunia kan terus begini...

Sekali senang, sehari susah....


Kalau lah pandai meniti buih...

Selamatlah badan sampai ke seberang....

Di dalam hidup banyak rintangan...

Orang yang sabar Tuhan kasihkan....

Di dalam hidup banyak rintangan...

Orang yang sabar Tuhan kasihkan....

Wednesday, 6 May 2026

Anekdot Sumatera: Jejak Hati di Tanah Minangkabau


Minggu lalu, aku memilih untuk melangkah keluar dari rutin—mengikuti lorong masa yang membawa aku ke bumi yang kaya dengan sejarah, adat, dan jiwa. Perjalanan bermula dengan bas malam pada Jumaat, menyusuri gelap yang sunyi, seolah-olah membawa aku meninggalkan dunia lama menuju sebuah cerita baru.

Subuh menyambut aku di Padang—kota yang bernafas dengan laut, angin, dan kisah-kisah lama. Dari situ, perjalanan diteruskan ke Bukit Tinggi dan Padang Panjang, setiap selekoh jalan seperti membuka helaian baru dalam kitab kehidupan Minangkabau.

Di Istano Basa Pagaruyung, aku berdiri lama. Bukan sekadar melihat binaan, tetapi merasai denyut nadi sebuah tamadun. Ukiran pada dindingnya bukan hanya seni—ia adalah bahasa. Bahasa yang bercerita tentang maruah, tentang susur galur, tentang identiti yang tidak pernah hilang walau zaman berubah.

Aku singgah ke masjid-masjid lama di Kota Padang—tenang, besar, dan penuh wibawa. Di setiap ruang, terasa seolah-olah doa-doa lama masih bergema. Ada ketenangan yang tidak dapat dijelaskan, hanya boleh dirasai.

Di Museum Adiyawarman, aku tidak sekadar melihat artifak. Aku memahami. Tentang adat, tentang falsafah hidup, tentang rendang—yang rupanya bukan sekadar makanan, tetapi warisan rasa yang dipelihara turun-temurun dengan penuh cinta.

Namun, yang paling mengesankan bukan hanya tempat-tempat itu.

Apabila aku kembali ke tempat kerja, baru aku sedar—ramai di sekeliling aku adalah perantau dari Sumatera Barat. Orang Minang. Mereka membawa bersama nilai, bahasa, dan jiwa yang aku baru mula fahami.

Aku mula jatuh cinta dengan tutur kata mereka. Lembut. Berlapik. Sarat dengan nasihat dan hikmah. Ada sesuatu yang dekat—seakan-akan gema dari tanah kelahiranku di Kelantan. Dua bumi yang jauh, tetapi punya rasa yang serupa.

Di Padang Panjang dan Tanah Datar, aku melihat sesuatu yang sukar dilupakan. Halaman rumah yang tersusun, kebun sayur yang hidup, sawah padi yang menghijau, dan udara sejuk yang membelai jiwa. Ia bukan sekadar pemandangan—ia adalah ketenangan yang lama aku cari.

Di sinilah lahirnya jiwa besar seperti Buya Hamka. Di bumi yang juga digelar Serambi Mekah—seperti Kelantan, tempat aku berasal. Dua tempat, satu jiwa.

Kini aku mengerti, Minangkabau bukan sekadar nama. Ia adalah prinsip hidup.

Adat basandi syarak
Syarak basandi Kitabullah

Ringkas. Tegas. Dalam.
Di situlah terletaknya kekuatan mereka—ikatan antara adat dan agama yang tidak pernah terpisah.

Perjalanan ini mungkin singkat, tetapi kesannya panjang. Ia membuka mata, melembutkan hati, dan mengajar aku melihat dunia dengan cara yang berbeza.

Ini bukan sekadar kembara.
Ini adalah pertemuan—antara aku dan makna.

Kembara 2026.

#KembaraInsan #SumateraBarat #Minangkabau #Padang #BukitTinggi #PadangPanjang #TanahDatar #Travelog #JiwaKembara #AdatDanAgama #SerambiMekah #BuyaHamka #Perantau #CeritaHati #InspirasiPerjalanan #RinduAlam #WarisanNusantara

Monday, 4 May 2026

Aceh

Acheh memang syurga backpacker yang underrated—kurang crowd, kos murah, alam masih asli, dan sangat sesuai dengan gaya “simple travel + camping” macam yang anda buat sekarang.

Saya susun khas untuk anda: camping + pantai + pulau + sejarah (siap vibe untuk *Kembara 2026*).

🏕️ 1. SPOT CAMPING TERBAIK DI ACEH

🌄 Bukit Lamreh

👉 Ini WAJIB pergi kalau anda suka camping

* View laut dari atas tebing (style Lombok + Sabah)

* Angin kuat, sejuk, sangat tenang

* Spot sunrise & sunset paling power

📌 Sesuai:

* Solo camping

* Healing trip

* Photography

➡️ Antara lokasi camping popular di Aceh

 **Gunung & Hutan (Advanced)**

Gunung Leuser National Park

* Hutan hujan asli

* Trekking + camping

* Ada orangutan liar


👉 Ini hardcore sikit, tapi pengalaman luar biasa 

🌊 **2. PANTAI PALING CANTIK (BACKPACKER VIBE)**

 🏖️ **Pantai Lampuuk**

* Pasir putih + sunset cantik

* Boleh camping tepi pantai

* Ombak besar (surfing)


🏄 **Pantai Lhoknga**

* Kurang crowded

* Vibe santai backpacker

* Banyak warung lokal


👉 Pantai Aceh terkenal dengan air jernih dan suasana alami 

🌿 Hidden gem:

Pantai Lhok Mee

* Pokok tumbuh dalam laut (unik)

* Rare spot untuk gambar


 🏝️ **3. PULAU WAJIB PERGI**

🌊 **Pulau Weh**


👉 Ini highlight utama Aceh

* Air laut crystal clear

* Snorkeling & diving terbaik

* Vibe macam “Bali versi tenang”


👉 Ekonomi pulau kini banyak bergantung pada pelancongan 

🏝️ **Pulau Banyak**

* Sangat tenang & remote

* Pulau-pulau kecil cantik

* Syurga surfing & island hopping


💡 Reddit insight:

> “quiet, peaceful, far from city noise” 

 🌿 **Pulau Seumadu**

* Mudah akses (ada jambatan)

* Sesuai santai + camping ringan

* Kurang pelancong


🕌 **4. TEMPAT SEJARAH & WAJIB SINGGAH**

 🕌 **Masjid Raya Baiturrahman**

* Ikon Aceh

* Simbol kekuatan selepas tsunami

🌊 **Aceh Tsunami Museum**

* Sangat menyentuh emosi

* Cerita sebenar tsunami 2004


👉 Aceh kaya dengan sejarah & budaya selain alam 

🏯 **Gunongan Historical Park**

* Tinggalan zaman Kesultanan Aceh

🧭 **5. CADANGAN ITINERARY BACKPACKER (RINGKAS)**

🗓️ 4–6 hari (simple & padu)

**Day 1 – Banda Aceh**

* Masjid Baiturrahman

* Tsunami Museum

* Pantai Ulee Lheue

**Day 2 – Bukit Lamreh (Camping)**

* Ride motor

* Sunset + camping

**Day 3 – Pantai Lampuuk / Lhoknga**

* Chill + explore

* Makan seafood

**Day 4–5 – Pulau Weh (Sabang)**

* Snorkeling

* Island hopping

* Chill mode

💡 **Tips Backpacker (PENTING)**

* Sewa motor (murah & fleksibel)

* Bawa cash (ATM limited di pulau)

* Hormat budaya (Aceh ikut syariah)

* Travel ringan 


✨ **Kesimpulan**

Acheh bukan tempat:

* mall besar

* nightlife

👉 Tapi tempat untuk:

* **healing**

* **camping tepi laut**

* **hidup perlahan**

* **jumpa diri sendiri semula**

👉 Acheh sangat sesuai untuk **“Kembara 2026 versi jiwa”

Sunday, 3 May 2026

Angkek Tangan oleh Abay


Pulang lah wak dulu

Di rantau yo kareh bana

Manga pulo malu

Awak kan indak mamintak


Dulu kito pai

Ndak mambaok pitih banyak

Urang ditinggakan

Ba rumah sawah jo parak


Jan malu pulo pulang

Kok alah angkek tangan

Padiah hiduik di rantau

Indak tatahan


Bialah muncuang urang

Kareh mancimeehkan

Pado hiduik di rantau

Kito ndak makan


Kito marantau

Bukan pai ba parang

Kok ndak ka talok

Yo buliah angkek tangan


Dangakan sajo

Baragam kecek urang

Pandapek kito

Yo nan ka di laluan


Kok raso ndak ka talok

Manga juo di rantau

Bialah angkek tangan

Kampuang pun lah maimbau


Dulu kito ka pai

Ndak do nan manyuruah

Kini kito nak pulang

Ndak ado nan malarang


#Music


Pulang lah wak dulu

Di rantau yo kareh bana

Manga pulo malu

Awak kan indak mamintak


Dulu kito pai

Ndak mambaok pitih banyak

Urang ditinggakan

Ba rumah sawah jo parak


Jan malu pulo pulang

Kok alah angkek tangan

Padiah hiduik di rantau

Indak tatahan


Bialah muncuang urang

Kareh mancimeehkan

Pado hiduik di rantau

Kito ndak makan


Kito marantau

Bukan pai ba parang

Kok ndak ka talok

Yo buliah angkek tangan


Dangakan sajo

Baragam kecek urang

Pandapek kito

Yo nan ka di laluan


Kok raso ndak ka talok

Manga juo di rantau

Bialah angkek tangan

Kampuang pun lah maimbau


Dulu kito ka pai

Ndak do nan manyuruah

Kini kito nak pulang

Ndak ado nan malarang 


Berikut terjemahan lirik Minangkabau tersebut ke dalam Bahasa Melayu, dengan mengekalkan maksud, emosi dan kekuatan mesej asal:


🌿 Terjemahan Lirik

Pulanglah kita dulu
Di perantauan hidup memang keras
Kenapa pula harus malu
Kita bukannya meminta


Dulu kita pergi
Tidak membawa wang yang banyak
Orang ditinggalkan
Rumah, sawah dan kebun


Jangan malu untuk pulang
Jika sudah mengangkat tangan (mengalah)
Perit hidup di rantau
Sudah tidak tertahan


Biarlah orang berkata-kata
Walau keras menghina
Dalam hidup di rantau
Kita sampai tidak makan


Kita merantau
Bukan pergi untuk berperang
Kalau tidak mampu lagi
Tidak salah untuk mengalah


Dengarkan saja
Bermacam kata orang
Pendapat kita
Itulah jalan yang kita pilih


Kalau rasa tidak mampu
Kenapa terus di rantau
Lebih baik mengalah
Kampung pun sudah memanggil


Dulu kita pergi
Tiada siapa yang menyuruh
Kini kita mahu pulang
Tiada siapa yang melarang


(Ulangan rangkap sama)


Makna & Kekuatan Lagu

Lirik ini sangat kuat dan realistik dalam budaya Minangkabau:

🧭 1. Realiti merantau

  • Hidup di rantau tidak selalu indah

  • Ada saat jatuh, susah, dan hilang arah

💔 2. Keberanian mengalah

  • “Angkat tangan” bukan tanda kalah

  • Tapi tanda kenal batas diri

🏡 3. Kampung sebagai tempat kembali

  • Walau sejauh mana pergi

  • Kampung tetap menerima

🧠 4. Jangan terikat dengan pandangan orang

  • Orang akan tetap bercakap

  • Tapi hidup adalah pilihan sendiri


🌄 Kesimpulan

Lagu ini bukan sekadar tentang pulang kampung—
ia tentang:

👉 maruah diri
👉 kejujuran terhadap kemampuan sendiri
👉 dan keberanian untuk memilih jalan hidup


Kalau dimasukkan dalam Kembara 2026, ini sangat kuat sebagai refleksi:

👉 “Tak semua perjalanan perlu diteruskan… kadang-kadang pulang itu adalah keputusan paling berani.”

Lagu Minang penuh nasihat

🎶 Lagu Minang Penuh Nasihat (Klasik / Lama)

🌿 Nilai kehidupan & falsafah

  • Ayam Den Lapeh
    👉 Tentang kehilangan, peluang dan takdir hidup

  • Kampuang Nan Jauh Di Mato
    👉 Rindu kampung halaman, identiti dan asal usul

  • Badindin
    👉 Pergaulan, adat dan batas dalam hubungan


👨‍👩‍👧‍👦 Kekeluargaan & persaudaraan

  • Minangkabau
    👉 Cinta kepada budaya dan tanah asal

  • Dendang Perantau
    👉 Hidup merantau, perjuangan dan kerinduan


⚖️ Adat & kehidupan sosial

  • Cinto Tak Sampai
    👉 Cinta yang terhalang oleh adat dan realiti

  • Mudiak Arau
    👉 Perjalanan hidup dan nilai kesederhanaan


🎧 Lagu Minang Moden (Baharu, tapi sarat nasihat)

❤️ Cinta & pengorbanan

  • Rantau Den Pajauah
    👉 Pengorbanan merantau demi keluarga

  • Harok Di Rantau Urang
    👉 Harapan hidup di perantauan


🧠 Kehidupan & ujian

  • Lah Manyaruak Tampak Juo
    👉 Kebenaran akhirnya akan terlihat

  • Guguak Manyambah
    👉 Kehidupan, kehilangan dan pengajaran


👪 Kekeluargaan & adat

  • Dunsanak
    👉 Hubungan adik-beradik, rapat dan renggang

  • Kasiah Tak Sampai
    👉 Nilai cinta, takdir dan penerimaan


🌄 Tema Besar dalam Lagu Minang

Kalau diperhatikan, hampir semua lagu Minang berlegar pada tema ini:

🌿 1. Merantau

  • Keluar kampung mencari rezeki

  • Rindu keluarga dan asal usul

❤️ 2. Cinta & Takdir

  • Cinta sering diuji adat

  • Tidak semua yang diinginkan akan dimiliki

👨‍👩‍👧‍👦 3. Kekeluargaan

  • Hubungan adik-beradik

  • Tanggungjawab menjaga keluarga

⚖️ 4. Adat & Kehidupan

  • Hormat tradisi

  • Hidup berlandaskan nilai


Kesimpulan

Lagu Minang bukan sekadar hiburan. Ia adalah:

  • nasihat kehidupan

  • cerita masyarakat

  • pantulan jiwa perantau

👉 Sebab itu bila dengar lagu Minang, terasa dekat… walaupun jauh.

Ayam den lapeh

Luruihlah jalan Payo Kumbuh

Babelok jalan kayu jati

Dima hati indakkan rusuah

Ayam den lapeh

Hey hey ayam den lapeh

Mandaki jalan Padang Sikek

Munurun jalan Kabiyaro

Dima hati din nak cepek

Awak tak kecoh

Hey hey ayam den lapeh

Sikur capang sikur lapeh

Sikur tabang sikur lapeh

Lapehlah juo nan karimbo

Hey lamalang juo

Pagar Ruyung hey Batu Sangkar

Tampek bajalan urang baso

Duduk tamanuang riok sabanta

Ai takana juo

Oh oi ayam den lapeh

Luruihlah jalan Payo Kumbuh

Babelok jalan kayu jati

Dima hati indakkan rusuah

Ayam den lapeh

Hey hey ayam den lapeh

Mandaki jalan Padang Sikek

Munurun jalan Kabiyaro

Dima hati din nak cepek

Awak tak kecoh

Hey hey ayam den lapeh

Sikur capang sikur lapeh

Sikur tabang sikur lapeh

Lapehlah juo nan karimbo

Hey lamalang juo

Pagar Ruyung hey Batu Sangkar

Tampek bajalan urang baso

Duduk tamanuang riok sabanta

Ai takana juo

Oh oi ayam den lapeh

Oh oi ayam den lapeh

Oh oi ayam den lapeh

Oh oi ayam den lapeh

Oh oi ayam den lapeh 


Berikut terjemahan lagu Minang Ayam Den Lapeh ke dalam Bahasa Melayu, dengan mengekalkan maksud kiasan dan rasa klasiknya:


Luruslah jalan Payakumbuh
Berbelok jalan kayu jati
Di mana hati tidak akan risau
Ayamku terlepas
Hey hey ayamku terlepas


Mendaki jalan Padang Siket
Menurun jalan Kambiyaro
Di mana hatiku tidak gelisah
Engkau tidak ambil peduli
Hey hey ayamku terlepas


Seekor tempang, seekor terlepas
Seekor terbang, seekor terlepas
Terlepas juga ke dalam rimba
Wahai sayangku


Pagaruyung, hey Batusangkar
Tempat berjalan orang besar
Duduk termenung walau seketika
Tetap juga teringat
Oh oi ayamku terlepas


(Ulangan rangkap sebelumnya)


Makna tersirat (yang buat lagu ini istimewa)

Walaupun nampak seperti cerita tentang ayam, sebenarnya:

👉 “Ayam den lapeh” = peluang / sesuatu yang berharga telah terlepas
👉 Boleh jadi cinta, rezeki, atau peluang hidup

Lagu ini mengajar:

  • Jangan ambil mudah sesuatu yang berharga

  • Bila sudah terlepas, penyesalan akan datang

  • Hidup penuh dengan “yang terlepas” jika tidak dihargai

Friday, 1 May 2026

🌄 Padang Panjang — Kota Kecil, Jiwa Besar Minangkabau


Padang Panjang mungkin tidak sebesar bandar lain di Sumatera Barat, tetapi dari segi sejarah, ilmu dan budaya, tempat ini adalah antara yang paling berpengaruh dalam dunia Minangkabau.


🌿 1. Kedudukan & Geografi

Padang Panjang terletak di kawasan tanah tinggi (highland) Sumatera Barat, di antara:

  • Bukittinggi

  • Padang

Ciri geografi:

  • Berada pada ketinggian ±650–850 meter dari aras laut

  • Dikelilingi gunung-ganang, termasuk:

    • Gunung Merapi

    • Gunung Singgalang

👉 Hasilnya:

  • Cuaca sejuk dan nyaman sepanjang tahun

  • Tanah subur → sawah padi menghijau

  • Pemandangan alam yang sangat indah


🕌 2. Sejarah Awal

Padang Panjang berkembang sebagai:

  • Laluan penting perdagangan antara pesisir (Padang) dan pedalaman (Minangkabau)

  • Tempat persinggahan pedagang sejak zaman dahulu

Pada zaman kolonial Belanda:

  • Dibangunkan sebagai pusat pentadbiran dan pendidikan

  • Menjadi lokasi strategik kerana kedudukannya di laluan utama


📚 3. Kota Pendidikan & Ulama

Padang Panjang dikenali sebagai:

👉 “Serambi Mekah” Minangkabau

Kerana:

  • Banyak institusi pendidikan Islam ditubuhkan di sini

  • Menjadi pusat gerakan pembaharuan Islam

Antara institusi penting:

  • Sekolah agama tradisional (surau & madrasah)

  • Institusi moden seperti:

    • Diniyah Puteri

    • Thawalib Padang Panjang

👉 Dari sinilah lahir ramai ulama dan pemikir besar.


👤 4. Tokoh Terkenal

Padang Panjang sangat berkait dengan tokoh besar Minangkabau:

Buya Hamka

  • Ulama, sasterawan dan pemikir terkenal dunia Melayu

  • Pemikirannya banyak dipengaruhi suasana intelektual di sini

Haji Rasul

  • Tokoh pembaharuan Islam

  • Ayah kepada Hamka

  • Menggerakkan pendidikan dan reformasi agama

👉 Padang Panjang adalah tempat lahirnya pemikiran besar.


⚖️ 5. Peranan dalam Sejarah Minangkabau

Padang Panjang memainkan peranan penting dalam:

a) Gerakan Reformasi Islam

  • Menjadi pusat penyebaran idea pembaharuan

  • Mengkritik amalan adat yang bercanggah dengan Islam

b) Perkembangan falsafah Minangkabau

  • Membantu memperkukuh prinsip:
    Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah


🌾 6. Kehidupan & Budaya

Kehidupan di Padang Panjang:

  • Tenang dan sederhana

  • Kuat dengan nilai agama

  • Masyarakat masih berpegang kepada adat Minangkabau

Pemandangan biasa:

  • Sawah padi bertingkat

  • Rumah gadang dengan bumbung tanduk kerbau

  • Aktiviti kampung yang damai

👉 Inilah suasana yang sering memberi “rasa hidup” kepada pengembara.


🍛 7. Makanan & Kehidupan Harian

Seperti kawasan Minangkabau lain:

  • Nasi Padang menjadi identiti utama

  • Kedai makan sederhana di tepi jalan sangat biasa

Namun yang membezakan:
👉 Makan sambil menikmati suasana gunung dan angin sejuk


🚶‍♂️ 8. Pengalaman Pengembara

Bagi seorang pengembara seperti anda:

Padang Panjang bukan tempat:

  • Shopping mall besar

  • Hiburan moden

Tetapi tempat:

  • Mencari ketenangan

  • Mengenal budaya

  • Merasai kehidupan sebenar masyarakat

👉 Tempat untuk “slow travel” dan refleksi diri.


9. Keunikan Padang Panjang

Apa yang menjadikannya istimewa:

  • Bandar kecil tetapi kaya ilmu

  • Alam semula jadi yang indah

  • Sejarah intelektual yang kuat

  • Gabungan adat & Islam yang seimbang


🌿 Kesimpulan

Padang Panjang bukan sekadar bandar di tanah tinggi—
ia adalah tempat di mana:

  • Alam menjadi guru

  • Ilmu menjadi pegangan

  • Budaya menjadi identiti

  • Dan kehidupan bergerak dengan tenang


👉 Jika Bukittinggi adalah wajah Minangkabau,
👉 Jika Batusangkar adalah akarnya,

Padang Panjang adalah jiwanya.

Alam Terkembang Jadi Guru karya A.A. Navis


📘 Alam Terkembang Jadi Guru — A.A. Navis

Buku ini bukan sekadar karya sastera atau esei biasa. Ia adalah cerminan falsafah hidup orang Minangkabau—bagaimana manusia belajar daripada alam, adat, dan pengalaman hidup. Ditulis oleh A.A. Navis, seorang sasterawan besar Indonesia, buku ini sering dijadikan rujukan penting untuk memahami jiwa dan budaya Minangkabau secara mendalam.


🌿 1. Maksud Judul: “Alam Terkembang Jadi Guru”

Frasa ini adalah pepatah Minangkabau yang bermaksud:

Alam yang terbentang luas menjadi guru kehidupan manusia

Maknanya:

  • Manusia belajar bukan hanya dari buku

  • Tetapi dari alam, masyarakat, adat dan pengalaman

  • Segala yang berlaku di sekeliling ada hikmah dan pengajaran

👉 Ini adalah asas pemikiran dalam keseluruhan buku.


🧭 2. Struktur & Kandungan Buku

Buku ini berbentuk esei reflektif, bukan novel atau cerita linear. Ia menghimpunkan pelbagai tulisan yang membincangkan:

a) Adat Minangkabau

  • Sistem matrilineal (keturunan ikut ibu)

  • Peranan suku, kaum dan nagari

  • Kepimpinan adat (penghulu, ninik mamak)

Navis menjelaskan bahawa adat bukan sekadar tradisi, tetapi sistem sosial yang tersusun dan berfungsi.


b) Hubungan Adat & Islam

Antara perbincangan terpenting:

“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”

Navis meneliti:

  • Bagaimana adat Minangkabau disesuaikan dengan Islam

  • Konflik sejarah (seperti zaman Padri)

  • Proses harmoni antara budaya dan agama

👉 Beliau tidak romantikkan budaya secara membuta tuli, tetapi kritikal dan jujur.


c) Falsafah Hidup Orang Minang

Navis mengupas cara orang Minangkabau melihat dunia:

  • Merantau sebagai proses pembelajaran

  • Berdikari dan berani mencuba

  • Menjaga maruah dan harga diri

  • Mengutamakan pendidikan dan ilmu

👉 Ini menjelaskan kenapa orang Minang terkenal sebagai perantau dan pedagang.


d) Kritikan Sosial

Ini kekuatan utama A.A. Navis.

Beliau:

  • Mengkritik kelemahan masyarakat sendiri

  • Menyentuh sikap hipokrit, kemunduran dan salah faham agama

  • Mengajak pembaca berfikir, bukan sekadar menerima

👉 Gaya penulisan beliau tajam, berani dan kadang-kadang sinis—tetapi penuh kejujuran.


e) Perubahan Zaman

Navis juga membincangkan:

  • Bagaimana modeniti mempengaruhi adat

  • Cabaran generasi muda

  • Risiko kehilangan identiti budaya

👉 Persoalan utama:
Bagaimana mengekalkan adat tanpa menolak kemajuan?


🧠 3. Pendekatan Pemikiran Navis

A.A. Navis tidak menulis sebagai:

  • Ulama semata-mata

  • Ahli adat semata-mata

Tetapi sebagai:
👉 Pemikir kritikal yang melihat budaya secara realistik

Ciri pemikirannya:

  • Analitik

  • Berani mempersoal

  • Seimbang antara tradisi dan rasional


✍️ 4. Gaya Penulisan

  • Bahasa sederhana tetapi mendalam

  • Banyak menggunakan peribahasa Minangkabau

  • Penuh simbolik dan refleksi

  • Kadang bersifat satira (sindiran halus)

👉 Pembaca akan rasa seperti sedang berbual dengan seorang guru kehidupan.


🌄 5. Kepentingan Buku Ini

Buku ini penting kerana:

📌 Untuk memahami Minangkabau:

  • Adat

  • Budaya

  • Falsafah hidup

📌 Untuk memahami manusia:

  • Hubungan dengan alam

  • Konflik antara tradisi dan perubahan

  • Nilai kehidupan sebenar


6. Intipati Utama Buku

Jika diringkaskan, mesej besar buku ini ialah:

👉 Belajarlah dari kehidupan, bukan hanya teori
👉 Adat dan agama mesti difahami dengan hikmah
👉 Budaya tidak boleh beku—ia perlu berkembang
👉 Manusia harus berfikir, bukan sekadar ikut


🌿 Kesimpulan

“Alam Terkembang Jadi Guru” bukan sekadar buku tentang Minangkabau—
ia adalah panduan melihat kehidupan dengan lebih dalam.

Ia mengajak kita:

  • Melihat alam sebagai guru

  • Melihat budaya sebagai identiti

  • Dan melihat diri sebagai pelajar sepanjang hayat


Kalau dimasukkan dalam ebook Kembara 2026, buku ini sangat sesuai dijadikan asas refleksi:

👉 kerana kembara anda sendiri sebenarnya adalah manifestasi sebenar falsafah ini—
belajar dari jalan, dari manusia, dan dari kehidupan yang terbentang luas.

Indak Ka Diganti - Ganti

Gunung Merapi pandangan dari Bukit Tinggi

Ditanyo jan ditanyo da

Sadalam apo cinto denaiko

Jikok di timbang-timbang di raso-raso

Beko tamalu uda jadinyo

Jikok di timbang-timbang di raso-raso

Beko tamalu uda jadinyo


Di agak jan di agak da

Indak di agak-agak mambari cinto

Andai hati didado yakin rasonyo

Sarahkan cinto uda sapanuahnyo

Andai hati didado yakin rasonyo

Sarahkan cinto uda sapanuahnyo


Cukuik uda surang dihati

Indak ka diganti-ganti lai

Denai harok ka sampai mati

Indak kabaraliah hati


Cukuik uda surang di sayang

Indak ka dituka-tuka lai

Bia tambilang mamisahkan

Nan cinto ko hanyo ka uda surang


Sabana-bananyo cinto

Sabana-bananyo sayang

Apo juolai da

Nan uda ragukan 

-------------------------------------------------------------

TERJEMAHAN BAHASA MELAYU

Jangan ditanya, usah ditanya

Sedalam mana cinta yang aku rasakan
Kalau ditimbang-timbang dan difikirkan
Nanti malu pula abang jadinya

Kalau ditimbang-timbang dan difikirkan
Nanti malu pula abang jadinya


Jangan diagak, usah diagak
Cinta ini bukan dibuat-buat
Kalau hati di dada sudah yakin rasanya
Serahkanlah cinta itu sepenuhnya

Kalau hati di dada sudah yakin rasanya
Serahkanlah cinta itu sepenuhnya


Cukuplah abang seorang di hati
Tidak akan diganti-ganti lagi
Aku berharap hingga ke mati
Tidak akan berubah hati ini


Cukuplah abang seorang disayang
Tidak akan ditukar-tukar lagi
Walau maut memisahkan
Cinta ini hanya untuk abang seorang


Sesungguhnya cinta ini
Sesungguhnya sayang ini
Apa lagi, sayang?
Yang abang ragukan?

Tuesday, 28 April 2026

Padang Panjang dan Buya Hamka

 


🌄 Padang Panjang & Buya Hamka: Kota Ilmu, Lahirnya Seorang Pemikir Besar

Hubungan antara Padang Panjang dan Buya Hamka sangat erat—ibarat tanah yang subur melahirkan pohon yang besar. Untuk memahami Hamka, kita perlu memahami suasana Padang Panjang itu sendiri.


🕌 Padang Panjang: Kota Serambi Mekah Minangkabau

Padang Panjang sejak dahulu dikenali sebagai:

  • Pusat pendidikan Islam di Sumatera Barat

  • Tempat berkembangnya pemikiran reformis Islam

  • Kota yang melahirkan ramai ulama dan intelektual

Suasana dingin di tanah tinggi ini bukan sekadar nyaman, tetapi juga menjadi “ruang fikir” bagi para pelajar dan ulama mendalami ilmu agama, falsafah dan kehidupan.


👶 Kelahiran & Latar Buya Hamka

Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) lahir pada tahun 1908 di:

  • Kampung Molek, Maninjau (tidak jauh dari Padang Panjang)

Namun kehidupan intelektualnya sangat dipengaruhi oleh Padang Panjang kerana:

  • Ayahnya, Haji Rasul, adalah tokoh ulama reformis yang aktif di kawasan ini

  • Padang Panjang ketika itu adalah pusat gerakan pembaharuan Islam

👉 Hamka membesar dalam suasana pertembungan antara tradisi lama dan pembaharuan agama


📚 Padang Panjang sebagai “Universiti Hidup” Hamka

Walaupun Hamka tidak melalui pendidikan formal tinggi seperti universiti moden, Padang Panjang menjadi tempat beliau:

  • Mendengar kuliah agama

  • Bergaul dengan ulama dan pemikir

  • Membina asas pemikiran Islam moden

Di sinilah beliau belajar bahawa:

  • Islam bukan sekadar ritual

  • Tetapi cara hidup yang menyentuh budaya, masyarakat dan jiwa


✍️ Kesan Padang Panjang dalam Karya Hamka

Pengaruh budaya Minangkabau dan suasana Padang Panjang jelas dalam karya-karya beliau seperti:

  • Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

  • Di Bawah Lindungan Kaabah

Dalam karya ini:

  • Konflik antara adat dan agama sering menjadi tema utama

  • Nilai Minangkabau sangat kuat—maruah, keluarga, cinta, dan pengorbanan

👉 Ini mencerminkan realiti masyarakat yang beliau lihat sendiri di Padang Panjang dan sekitarnya.


⚖️ Padang Panjang & Falsafah Hidup Hamka

Daripada suasana intelektual di Padang Panjang, Hamka membentuk prinsip:

  • Islam perlu difahami dengan hikmah, bukan paksaan

  • Adat dan agama perlu seimbang

  • Ilmu mesti membawa manusia kepada akhlak

Ini selari dengan falsafah Minangkabau:

Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah


🌿 Legasi Bersama

Hari ini:

  • Padang Panjang kekal sebagai kota pendidikan Islam

  • Hamka dikenang sebagai ulama, sasterawan dan pemikir besar dunia Melayu

Hubungan mereka boleh dirumuskan begini:

👉 Padang Panjang membentuk pemikiran Hamka
👉 Hamka pula mengangkat nama Minangkabau ke dunia


Kesimpulan

Jika anda mengembara ke Padang Panjang, anda bukan sekadar melihat sebuah bandar kecil di tanah tinggi—
anda sedang berada di tempat yang pernah melahirkan seorang tokoh yang menggabungkan:

  • agama

  • budaya

  • pemikiran

  • dan jiwa manusia

Buya Hamka adalah cerminan Padang Panjang—tenang, dalam, dan penuh makna.

Lagenda Adityawarman


Legenda dan sejarah Adityawarman berada di antara fakta dan mitos—dan di situlah letaknya keunikan tokoh ini dalam tamadun Minangkabau.


🌿 Siapakah Adityawarman?

Adityawarman dipercayai hidup sekitar abad ke-14 dan dikenali sebagai pengasas atau raja awal kerajaan Kerajaan Pagaruyung di kawasan Batusangkar.

Dari sudut sejarah:

  • Beliau ada kaitan dengan empayar besar seperti Majapahit Empire di Jawa.

  • Nama beliau ditemui dalam batu bersurat (prasasti), menunjukkan beliau benar-benar wujud sebagai pemerintah.

  • Menganut Buddha aliran Tantrik, tetapi memerintah masyarakat yang kemudiannya kuat dengan Islam.

Namun dalam cerita rakyat, kisahnya menjadi jauh lebih epik…


🐃 Legenda Asal-Usul Minangkabau

Salah satu legenda paling terkenal yang sering dikaitkan dengan zaman awal Minangkabau ialah kisah “menang kerbau”.

  • Diceritakan berlaku pertikaian antara orang Minangkabau dengan kerajaan luar (ada versi kata dari Jawa).

  • Untuk mengelakkan peperangan, mereka bersetuju menyelesaikan konflik dengan pertandingan kerbau.

  • Pihak lawan membawa kerbau besar dan ganas.

  • Orang Minangkabau menggunakan anak kerbau yang lapar, dengan tanduknya dipasangkan pisau kecil.

  • Anak kerbau itu menyerang perut kerbau besar kerana mencari susu, lalu menang.

👉 Dari situlah datang nama “Minangkabau” (menang kerbau).

Walaupun kisah ini tidak secara langsung menyebut Adityawarman, ia sering dikaitkan dengan era pembentukan kuasa Minangkabau yang dipimpin oleh tokoh seperti beliau.


👑 Legenda Raja Gunung Emas

Dalam beberapa cerita rakyat:

  • Adityawarman digambarkan sebagai raja yang datang dari luar (Jawa atau Srivijaya) dan membuka kerajaan di tanah Minang.

  • Ada kisah menyebut beliau menemukan “gunung emas” di pedalaman Sumatera.

  • Ini berkait dengan kekayaan sumber emas di kawasan Minangkabau yang terkenal sejak dahulu.

👉 Legenda ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran kerajaan yang diasaskannya.


🏯 Simbol Kuasa & Warisan

Hari ini, nama Adityawarman sering dikaitkan dengan:

  • Istana Pagaruyung – simbol kebesaran Minangkabau

  • Sistem adat yang berkembang selepas era pemerintahannya

  • Asas kepada struktur masyarakat Minang yang unik (adat, suku, dan nagari)


⚖️ Antara Sejarah & Mitos

Perlu difahami:

  • Sejarah: Adityawarman adalah tokoh sebenar, dibuktikan melalui prasasti dan catatan.

  • Legenda: Cerita tentang asal-usul, kekayaan dan kebijaksanaan sering diperindah untuk membentuk identiti budaya.

👉 Ini perkara biasa dalam banyak tamadun—tokoh besar sering menjadi separuh manusia, separuh legenda.


Makna di Sebalik Legenda

Kisah Adityawarman bukan sekadar cerita lama. Ia membawa mesej:

  • Kebijaksanaan lebih penting daripada kekuatan (kisah kerbau)

  • Kepimpinan membentuk tamadun

  • Budaya dan identiti lahir daripada gabungan sejarah dan cerita rakyat


Jika anda menjejak kaki ke Minangkabau, anda sebenarnya sedang berjalan di atas tanah yang penuh dengan kisah—di mana setiap gunung, sawah dan rumah gadang seolah-olah masih menyimpan jejak Adityawarman dan permulaan sebuah peradaban.

Luhak nan tuo


Sejarah Minangkabau di kawasan Bukittinggi, Padang, Padang Panjang dan Batusangkar saling berkait rapat—ibarat satu tubuh dengan peranan yang berbeza. Untuk faham Minangkabau, kita sebenarnya perlu melihat keempat-empat kawasan ini sebagai satu ekosistem sejarah, budaya dan politik.


🌿 1. Batusangkar – Asal Usul Tamadun Minangkabau

Batusangkar dianggap sebagai pusat asal (luhak nan tuo) bagi orang Minangkabau. Di sinilah bermulanya sistem adat dan pemerintahan tradisional Minang.

  • Terletaknya Istana Pagaruyung, simbol kegemilangan Kerajaan Pagaruyung.

  • Kerajaan ini dipercayai wujud sejak abad ke-14 dan dikaitkan dengan tokoh legenda Adityawarman.

  • Dari sinilah lahir sistem Adat Perpatih Minangkabau yang berasaskan matrilineal (keturunan ikut ibu), unik dalam dunia Islam.

👉 Batusangkar bukan sekadar tempat—ia adalah akar identiti Minangkabau.


🏞️ 2. Bukittinggi – Pusat Perjuangan & Intelektual

Bukittinggi berkembang sebagai pusat penting semasa zaman kolonial Belanda dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

  • Dahulu dikenali sebagai Fort de Kock (kubu Belanda).

  • Ikon utama: Jam Gadang.

  • Pernah menjadi ibu kota Indonesia semasa darurat (1948–1949).

  • Tempat lahir ramai tokoh nasional seperti Mohammad Hatta.

👉 Bukittinggi melambangkan semangat perjuangan, pendidikan dan kebangkitan bangsa Minang.


🌊 3. Padang – Pintu Masuk & Pusat Ekonomi

Padang adalah ibu negeri Sumatera Barat dan berperanan sebagai pintu masuk utama ke dunia Minangkabau.

  • Sejak abad ke-17, Padang menjadi pelabuhan penting di bawah pengaruh Belanda.

  • Pusat perdagangan rempah, kopi dan emas dari pedalaman Minangkabau.

  • Kini menjadi bandar moden yang menghubungkan tradisi dengan ekonomi global.

👉 Padang ialah jambatan antara dunia luar dan budaya Minangkabau.


🌄 4. Padang Panjang – Kota Pendidikan & Ulama

Padang Panjang dikenali sebagai pusat pendidikan Islam dan intelektual Minangkabau.

  • Digelar “Serambi Mekah” di Sumatera Barat.

  • Menempatkan banyak sekolah agama dan institusi pendidikan terkenal.

  • Melahirkan ramai ulama dan pemikir reformis.

👉 Padang Panjang adalah jiwa keilmuan dan spiritual Minangkabau.


🔗 Kesimpulan: Satu Budaya, Empat Peranan

Keempat-empat tempat ini saling melengkapi:

  • Batusangkar → Asal usul adat & kerajaan

  • Bukittinggi → Perjuangan & intelektual

  • Padang → Ekonomi & hubungan luar

  • Padang Panjang → Pendidikan & agama

Kesemuanya membentuk identiti Minangkabau yang terkenal dengan falsafah:

“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”
(Adat bersendikan syariat, syariat bersendikan Al-Quran)

Kenapa saya mula mengembara?


Sejak berumur 16 tahun saya mula keluar dari kampung atas banyak sebab. Sebab belajar dan kerja menjadi kunci utama kenapa saya banyak berada di luar kampung sepanjang hidup saya. Setelah lebih 20 tahun mengembara di bumi Borneo, kini saya berada di luar negara, atas sebab kerja. Namun, saya telah mengembara seawal tahun 2006, iaitu 20 tahun lepas. Saya jarang keluar negara, namun saya amat kerap mengembara dalam negeri di mana saya bekerja. Salah satu sebabnya adalah kos yang lebih jimat dan murah berbanding travel jauh keluar negara. Apabila saya ditugaskan keluar negara, saya mengambil peluang tersebut untuk mengembara ke serata negara.

Saya menggunakan kaedah paling mudah sebagai backpacker. Dan setiap perjalanan sangat singkat. Pergi dan balik hanya dengan menggunakan hujung minggu. Bawa pakaian ringkas, sebuah beg, gadget dan bekal makanan dan minumun. Tinggal di hotel paling murah, selepas ini mungkin akan mula camping.

Menggunakan pengangkutan awam seperti bas, Gojek dan juga Maxim. Sepanjang perjalanan, cuba kurangkan kos sebaik mungkin.

Apa fokus sepanjang perjalanan? 

Saya amat minat untuk mencari budaya, adat, tempat menarik dan keistimewaan sesuatu lokasi. Sebagai contoh, Kota Tinggi di Sumatera Barat amat terkenal dengan Istana Besar Pagaruyung dan Jam Gadang. Ini antara lokasi utama saya dalam program Kembara 2026. Keunikan senibina Minang dan kehebatan adat budaya yang tinggi menarik minat saya untuk belajar tentangnya dengan lebih mendalam.

Saya bukan peminat bangunan moden serta supermarket mewah di kota besar, tapi saya minat untuk mencari adat, budaya dan tempat menarik di mana sahaja saya pergi. Melihat sepasang suami isteri sedang membanting padi di sawah padi lereng bukit Kg. Paraiman, Batu Sangkar, di kelilingi keindahan kawasan berbukit, rumah dengan senibina Minangkabau, suasana sejuk dan angin sepoi - sepoi bahasa, sesekali anak muda bermotosikal melalui jalan kampung yang aman damai, itulah yang dicari untuk lari dari kesibukan dan kebisingan kota raya yang penuh dengan pencemaran.

Pada tahun 2021, saya telah didiagnos dengan minor slip disc. Ia menjadi titik perubahan besar dalam hidup saya. Saya terbaring lebih setahun lamanya, terdetik dalam hati untuk bangun dan bangkit. Saya beli motor touring TRK251 Benelli, keluar rumah dan mula ride solo. Setiap kali hujung minggu saya akan cari aktiviti untuk keluar rumah dan antara aktiviti utama adalah camping di sekitar Lahad Datu, Sabah.

Saya lakukan Sabah 360 pada tahun 2023 selama sembilan hari, camping di pelbagai lokasi di Sabah dengan mengunakan kereta bersama - sama tiga anak lelaki.

Saya bangkit, keluar dan mula mengembara ke tempat baru. Jejak kaki, jumpa kenalan baru, belajar perkara baru, alami pengalaman baru.

Kembara 2026.

Kerana bagi saya… mengembara bukan sekadar bergerak dari satu tempat ke satu tempat. Ia adalah perjalanan jiwa. Ia adalah cara untuk sembuh, untuk belajar, untuk hidup semula.

#Kembara2026
#BackpackerLife
#TravelWithPurpose
#JiwaMengembara
#CeritaPerjalanan
#ExploreNusantara
#Minangkabau
#SimpleTravel
#HealingJourney
#TravelOnBudget

Monday, 23 March 2026

Fatwa orang Tua

Bila diri ingin dikenang
Semailah benih di tengah sawah
Bawalah ilmu padi di ladang
Tambah berisi tunduk ke bawah

Bawalah ilmu padi di ladang
Tambah berisi tunduk kebawah
Bila diri ingin terpandang
Jauhi kata tinggi melambung

Jauhi sifat ayam di kandang
Bertelur satu ribut sekampung
Jauhi sifat ayam di kandang
Bertelur satu ribut sekampung

Jauhi sifat mengaku pandai
Angkuh dan sombong menepuk dada

Ingat petuah penyu di pantai
Telur beratus tak pernah bangga
Ingat petuah penyu di pantai
Telur beratus tak pernah bangga

Bila ingin harum bak mawar
Jauhi sifat meninggi diri
Bisa ular tidak kan tawar
Walau menyuruh batang berduri
Bisa ular tidak kan tawar
Walau menyuruh batang berduri


Wednesday, 18 March 2026

Masjid dan Pesta Api Colok di Riau

Rumah Kedua di Bumi Melayu

Ada tanah yang tidak pernah kita jejak, tapi terasa seperti pulang. Ada tempat yang tidak pernah kita kenali, tapi menyapa kita seperti saudara lama. Di Riau, Sumatra, Indonesia, aku menemukan rumah kedua. Bukan rumah yang beratap dan berdinding, tetapi rumah yang dibingkai oleh kehangatan iman dan pesona budaya.

Sejak kakiku mula menapaki bumi yang pernah menjadi saksi bisu kelana Buya Hamka, aku tidak pernah jemu memerhati. Mataku ini bagai kanvas yang terus-menerus dilukis oleh pemandangan baru, jiwaku ini bagai kendi yang terus diisi oleh telaga pengalaman. Meski baru sejengkal dari 17.000 pulau yang kutahu, enam bulan di sini telah mengajarkanku erti sebuah kehidupan yang mungkin tidak akan kutemui di tempat lain. Izinkan aku bercerita, dari hati yang penuh kekaguman, tentang dua hal yang paling membekas.

Pertama, tentang masjid. Bukan sekadar bangunan, tetapi nadinya bumi Riau.

Di sini, kulihat masjid-masjid indah bagai permata yang bertaburan. Bukan indah pada cat dan ukirannya semata, tetapi indah pada maknanya. Setiap kubah yang menjulang, setiap menara yang tegap, adalah bukti bisu bagaimana penduduknya, yang mayoritas muslim, benar-benar membesarkan rumah Allah. Tiada hari tanpa kulihat semangat gotong-royong, tangan-tangan yang menghulur derma, bukan untuk kemegahan dunia, tetapi untuk menyediakan tempat yang selesa dan damai bagi para jemaah bersimpuh.

Ramadan yang baru saja berlalu, selama lebih 28 hari, adalah madrasah terindah. Setiap malam, aku menghadiri solat jemaah dan menunaikan terawih. Oh, menariknya solat terawih di sini! Ada masjid yang menggenapkan 8 rakaat, ada pula yang 23 rakaat, semuanya dijalani dengan khusyuk, seolah-olah setiap rakaat adalah tangga menuju ke langit. Sebelum terawih, seringkali masjid dipenuhi dengan program ceramah, petuah-petuah yang menjadi sumber nasihat, menerangi jalan kami dalam mendepani kehidupan yang penuh ranjau.

Namun, satu malam yang takkan kulupa. Di masjid yang padat dengan jemaah, seorang anak gadis, usianya baru 10 tahun, muncul di hadapan. Dengan suara yang merdu bagai dentingan air mengalir, ia melantunkan ayat-ayat suci Al Quran. Bukan itu saja, ia menyampaikan pidato ringkas, kata-katanya bersulam nasihat, sarat dengan hikmah di luar usianya. Keberaniannya luar biasa! Bukan semua antara kita memiliki sinar secemerlang itu. Di matanya, aku melihat obor yang kelak akan menyinari agama dan negara. Aku doakan dia, anak kecil itu, kelak menjadi insan besar yang dikenang.

Kedua, tentang Pesta Api Colok. Ketika cahaya menjadi pelita tradisi.

Jika masjid adalah cahaya rohani, maka Pesta Api Colok adalah cahaya budaya yang tak terpadamkan. Seorang teman bercerita, ini adalah pertandingan tahunan. Setiap kampung, setiap daerah, berlumba-lumba mencipta rekabentuk api colok yang paling indah. Semuanya dikerjakan dengan gotong-royong. Para pemuda, dengan semangat yang membara, bahu-membahu memastikan tradisi ini terus hidup. Untuk pertama kalinya, aku berpeluang merasai kemeriahannya.

Bermula pada malam ke-27 Ramadan, api colok mulai dinyalakan, menjulang tinggi menyambut cahaya kemenangan Aidilfitri. Pada satu malam, aku mengajak sahabatku untuk bersama-sama menyelami keunikannya. Kami singgah di dua lokasi, Bundaran dan Mundam. Suasana sungguh meriah! Warga kota berpusu-pusu memenuhi setiap ruang. Riangnya anak-anak kecil bermain bunga api, sinar riang mereka beradu terang dengan nyala api colok yang megah. Para penjual turut mengambil peluang, menjaja pelbagai juadah, dari makanan berat hingga minuman penyegar dahaga. Suasana ini begitu semarak, begitu hidup.

Inilah keunikan yang ada di Riau. Tidak terdapat di mana-mana tempat lain. Mereka tidak sekadar merayakan hari raya, tetapi mereka membesarkan perayaan ini sebagai lambang syukur, lambang persatuan, dan lambang kegemilangan umat. Di antara nyala api colok dan gemerlap lampu masjid, aku tersentuh. Bumi Riau telah mengajarkanku bahawa sebuah rumah bukanlah tentang tempat kita dilahirkan, tetapi tentang tempat di mana hati kita menemukan kedamaian. Dan aku, dengan segala rendah hati, telah menemukannya di sini.

Friday, 6 March 2026

Hidup Susah Jadikan Keindahan

Silam Coastal Conservation Area


Dari Kayu Terpakai ke Gelaran Jurutera: Sebuah Simfoni Kesusahan yang Menjadi Indah

Dahulu, dunia saya hanyalah sekecil ruang di rumah yang sesak dengan ramai adik-beradik. Di mata seorang anak kecil, "kesusahan" bukan sekadar perkataan—ia adalah bunyi perut yang berkeroncong dan pandangan sayu wajah ibu bapa yang bergelut mencari sesuap nasi. Namun, di situlah keindahan bermula. Kesusahan tidak mematahkan saya; ia memberikan saya sebuah tukul, gergaji, dan keberanian.

Bab 1: Meja yang Membina Mimpi

Saya masih ingat debu kayu di Kampung Tok Lukop. Kerana tidak mahu menambah beban ayah, saya memunggah kayu-kayu buruk dari rumah lama di Kampung Tebing Tinggi. Dengan motosikal yang menderu mendaki jalan berliku dan berbatu, saya dan abang membawa pulang "harta karun" itu.

Di bawah bangsal rumah, saya melukis garis-garis kasar. Dari kayu yang dianggap sampah oleh orang lain, saya membina meja belajar, kerusi, dan rak buku pertama saya. Tanpa saya sedari, setiap paku yang saya ketuk bukan sahaja mencantumkan kayu, tetapi sedang merangka struktur masa depan saya sebagai seorang Jurutera. Gazebo dan rumah pokok yang saya bina kemudiannya adalah bukti bahawa imaginasi seorang anak miskin tidak mempunyai sempadan.

Bab 2: Lencana di Bahu, Kental di Jiwa

Melangkah ke universiti, dompet saya sering kosong, namun semangat saya meluap. Demi sesuap nasi dan kelangsungan pengajian, saya menyarung uniform celereng PALAPES. Di saat rakan lain berehat di hujung minggu, saya merangkak di dalam ladang sawit, tidur di celah pokok getah, dan bermandikan lumpur hutan.

RM10 semalam hasil bekerja di kooperasi MRSM Transkrian mungkin kecil bagi sesetengah orang, tetapi bagi saya, ia adalah maruah. Latihan ketenteraan membentuk saya menjadi "superhero" dalam realiti. Ia memberikan saya pasangan hidup yang memahami erti perjuangan, dan ia memberikan saya "perisai mental." Hari ini, cacian pengurusan di tempat kerja hanyalah angin lalu, kerana telinga ini sudah biasa dengan pekikan di padang kawad. Saya tidak hanya belajar membina bangunan; saya belajar membina watak.

Bab 3: Menemui Cahaya di Pedalaman

Kerjaya membawa saya ke ceruk dunia yang dijauhi orang—hujung Sungai Kinabatangan, Long Lama, dan Kuala Baram. Di tempat yang sunyi dari hiruk-piruk bandar, saya tidak membiarkan jiwa saya mati. Di celah-celah bunyi mesin kilang sawit, saya memburu ilmu. Satu demi satu lesen kompetensi (Stim dan ICE) saya genggam. Malah, MBA diselesaikan dalam kesantunan waktu yang berbaki.

Saya mungkin tidak mampu membawa keluarga melintasi sempadan benua dengan jet mewah, tetapi saya membawa mereka mengembara ke jantung alam. Kami berkhemah di bawah bintang-bintang Sabah, menjejak kaki di Meliau Basin hingga ke Tip of Borneo. Saya mengajar anak-anak lelaki saya bahawa kekayaan bukan pada pasport, tetapi pada jejak kaki yang kita tinggalkan di tanah air sendiri.

Bab 4: Epilog di Sumatera – 2026

Kini, tahun 2026 menyaksikan saya berada di Sumatera. Di siang hari, saya adalah panglima yang menguruskan organisasi dan jentera. Di malam hari, saya adalah penuntut ilmu yang tidak pernah puas.

Manisnya awal tahun ini apabila gelaran Professional Engineer (Ir.) akhirnya terukir di sebelah nama saya—hasil enam bulan laporan yang diperah dari pengalaman berpuluh tahun. Ia adalah hadiah buat budak lelaki yang pernah mengutip kayu di Kampung Tok Lukop dahulu.


Mesej Utama Anda:

"Saya tidak melawan kesusahan, saya menjadikannya kawan. Saya menutup mata pada perkara yang tidak boleh dikawal, dan membuka hati pada setiap keunikan tempat baru. Saya tidak hanya bertahan hidup; saya meraikan setiap cabaran sebagai sebuah seni."

#kembaraindonesia #kembara2026

Saturday, 14 February 2026

Mudiak Arau

Lirik ini dalam dialek Minangkabau (Sumatera Barat). Berikut terjemahannya ke dalam Bahasa Melayu standard:


Anak urang Sabu Andaleh, yo mamak oi
Anak orang Sabu Andaleh, wahai mamak (pakcik sebelah ibu)

Singgah karumah si Sutan Mudo, si Sutan Mudo
Singgah ke rumah Si Sutan Muda


Bia abih oi bialah tandeh, yo kanduang ei
Biar habis, biarlah tandas / selesai semuanya, wahai saudara

Hati den kanai kabaa juo
Hati saya tetap terkena khabar juga (tetap terasa berita itu)


Indak dapek musim manyiang, yo tuan oi
Kalau tidak dapat musim menyiang (membersihkan / menanam)

Musim manuai den nanti juo
Musim menuai akan saya tunggu juga


Indak dapek oi tarago bujang, yo tuan oi
Kalau tidak dapat semasa bujang

Baranak ampek den nanti juo
Biar beranak empat pun akan saya tunggu juga


Ondeh mandeh sansai badan
Aduh ibu, sengsaranya badan / deritanya badan


Baik 👍 mari kita fahami maksud tersirat lagu Minang ini secara lebih mendalam.


💔 Tema Besar Lagu: Cinta & Penantian

Lagu ini sebenarnya menggambarkan kesetiaan seorang yang sanggup menunggu, walaupun keadaan tidak memihak kepadanya.

Dalam budaya Minangkabau, bahasa kiasan sering digunakan — tentang musim, menuai, bujang, beranak — semuanya simbolik.


🌾 1. “Musim manyiang” & “musim manuai”

“Indak dapek musim manyiang… musim manuai den nanti juo”

Secara literal:

  • Manyiang = membersih / menanam

  • Manuai = menuai hasil

Secara kiasan:
Kalau tak dapat bersama pada waktu awal (masa muda, masa bercinta),
Aku akan tetap menunggu sampai waktu hasilnya (masa matang, masa sesuai).

👉 Maksudnya: Kalau bukan sekarang, aku tetap tunggu sampai masa yang tepat.


💍 2. “Indak dapek tarago bujang”

Tarago bujang = ketika masih bujang.

Kalau tak dapat ketika sama-sama masih muda dan belum berkahwin,
Walaupun sudah beranak empat, aku tetap akan tunggu.

Ini hiperbola (bahasa berlebihan untuk menunjukkan kesungguhan).

👉 Maksudnya: Cinta itu terlalu dalam, sanggup menunggu walau masa berlalu jauh.


❤️ 3. “Hati den kanai kabaa juo”

“Hati saya tetap terkena khabar juga.”

Maksud tersirat:
Walaupun cuba kuat, hati tetap terasa bila dengar berita tentang orang yang dicintai.

👉 Ini menggambarkan rindu yang tidak padam.


😢 4. “Ondeh mandeh sansai badan”

“Aduh ibu, sengsaranya badan.”

Ungkapan klasik Minang bila hati terlalu berat.
Bukan sakit fizikal — tetapi sakit kerana cinta dan penantian.


🌙 Kesimpulan Makna Lagu

Lagu ini membawa mesej:

Cinta yang sejati itu bukan tentang memiliki segera,
tetapi tentang sabar menunggu,
walau hati terluka, walau masa berubah.

Ia sangat sinonim dengan budaya Minang yang kaya dengan:

  • Perantauan

  • Perpisahan

  • Kesetiaan

  • Kerinduan

#minang

About Me - Kembara Insan

I am an engineer by profession, a writer by reflection, and a lifelong learner by conviction.

My journey began after graduating from Universiti Sains Malaysia — stepping into the working world with ambition, only to be tested early through challenges and unexpected setbacks. Those moments shaped not only my resilience, but also my perspective on life and responsibility.

Why I Engineer

I believe systems must work — because when systems fail, people suffer.

As a facilities and engineering leader in industrial environments, I am responsible for ensuring reliability, safety, and sustainability. My work revolves around asset integrity, preventive maintenance, operational excellence, and protecting the people who trust the systems we build.

Engineering, to me, is not just about machines and infrastructure.
It is about responsibility.
It is about preventing harm.
It is about ensuring everyone goes home safely.


Why I Write – Kembara Insan

Kembara Insan was born from reflection.

I believe every life journey carries lessons worth sharing. Through writing, I document growth, struggles, leadership experiences, fatherhood reflections, and the quiet realizations that shape a man over time.

Writing allows me to:

  • Turn experience into guidance

  • Transform setbacks into lessons

  • Share reminders about health, resilience, and purpose

  • Inspire continuous learning

I do not write because I have all the answers.
I write because growth never stops.


My Core Belief

We are all building something.

As an engineer, I build reliable systems.
As a leader, I build capable teams.
As a father, I build the next generation.
As a writer, I build perspective.

At the center of everything I do is this belief:

Improvement is a lifelong journey — in work, in character, and in purpose.

Welcome to Kembara Insan.
This is not just a blog.
It is a journey of becoming.

— Zulkefli Muhammad


Memulakan kerjaya di sebuah kilang sawit dalam keadaan disiplin yang sangat tinggi

Minat terhadap industri sawit timbul atas kehebatan sawit itu sendiri.

Antara tugas awal adalah menjaga operasi effluent treatment plant dan land irrigation system. Pendedahan awal ini memberi minat terhadap kepentingan sistem rawatan terhadap sisa dari kilang.

Pada tahun 2006, dilantik untuk mengurus sebuah kilang sawit berkapasiti 90 mt/hr. Mula belajar dan minat pengurusan serta komunikasi


Pada tahun 2007, mengikuti Diploma In Palm Oil Milling Technology & Management anjuran MPOB. Kursus ini sangat bermanfaat. Ibarat katak keluar dari tempurung, pertama kali berjumpa dengan rakan - rakan dalam industri dari syarikat lain. Membina banyak hubungan baru untuk fasa kerjaya seterusnya.
Membawa isteri ke majlis graduasi DIPOM di Sabah Hotel, Sandakan. Isteri menjadi penyokong kuat kerja sejak awal kerjaya hingga kini.

Semasa majlis graduasi, menyampaikan ucapan sebagai wakil batch. Program diploma ini turut memberi pendedahan kepada ramai pemimpin - pemimpin dalam industri yang hebat dan menjadi idola kerjaya saya. Komitmen serta passion mereka terhadap industri sawit telah membangunkan industri sangat baik untuk dicontohi. Saya menjadi penulis juga untuk mempromosi industri sawit supaya lebih dihargai oleh semua penduduk dunia. Ramai pemain industri telah berkorban demi industri sawit negara.

Teong Pei Liang, adalah kadet jurutera pertama pertama yang dilatih oleh saya. Beliau berasal daripada Lembah Klang dan pertama kali masuk ke ladang sawit. 

Penyelia, Mokmin adalah salah seorang penyelia semasa saya ditugaskan menjaga land irrigation. Sebelum tahun 2005, sistem land irrigation dibenarkan beroperasi di Sabah. Kemajuan sistem ini sangat kritikal kerana melibatkan pelesenan operasi kilang.


Semasa hujung minggu semasa program DIPOM, saya mengambil peluang melawat beberapa kilang sawit rakan - rakan DIPOM. Minat yang tinggi terhadap kilang sawit menjadi pemangkin kepada saya untuk melawat lebih banyak kilang. Pendedahan awal itu amat berguna untuk kerjaya dalam industri sawit.

Golden fruit. Melihat sebiji buah sawit sudah cukup menarik minat terhadap industri sawit. Sebiji sawit lahir dan mencipta pelbagai keajaiban untuk dunia.

Pada tahun 2008, menyertai syarikat baru dan kilang sawit ketiga di Miri, Sarawak. Jarak 90km dari Bandaraya Miri. Kilang berusia empat tahun ini kemudiannya ditukar menjadi sebuah kilang yang indah. Empat tahun dari 2008 hingga 2012 membawa saya perkenalan kepada ramai rakan - ramai dari keturuan Iban dan orang Sarawak.
Rindu nak jumpa semula rakan - rakan lama. Ini gambar terbaru team Loagan Bunut Mill, Miri, Sarawak. Tuan Akbar orang yang hebat, Planter pertama menjaga kilang sawit!


Sebagai jurutera, keluarga merupakan satu perkara sangat penting. Melihat anak - anak membesar dengan keadaan singkat di depan mata adalah nikmat yang tidak mampu diungkap. Cerita seterusnya adalah cerita tentang mereka.

Pada tahun 2015, setelah lama menyewa rumah, akhirnya membeli sebuah di Lahad Datu. Tanam macam - macam depan rumah sampai jadi macam semak. 

Minat buku. Minat bertukang. Buat rak, kerusi dan meja untuk kegunaan sendiri. Tiang meja guna kayu belian. Kayu paling keras di dunia.

Pada tahun 2013, dapat belajar memanah tradisional. Amat gembira dan beli banyak bow serta ada lebih 100 anak panah. Sangat aktif. 

Pada tahun 2013 selepas dipindah ke Sandakan, mula aktif dengan Sandakan Toastmasters Club dan Kelab Pidato Sandakan. Membawa kepada circle baru dalam kehidupan. Kenal ramai orang - orang yang hebat dalam industri lain. Kembali ke Lahad Datu pada tahun 2015, mula menyertai Lahad Datu Toastmasters Club. Kemudian menjadi Chartered President dalam penubuhan Toastmasters Bangsawan Lahad Datu. Kenal ramai orang, belajar banyak perkara, perbaiki kepimpinan dan komunikasi dengan sangat berkesan dan efektif.

Berjumpa dengan rakan - rakan dalam industri setiap kali ada seminar anjuran Jabatan Alam Sekitar dan Jabatan Keselamatan dan Kesihatan Perkerjaan. Melihat ramai rakan - rakan maju dalam kerjaya adalah suatu yang cukup membanggakan.

Anak - anak terus membesar dan mencipta cerita mereka sendiri yang sangat hebat.

Industri sawit bermula lebih ratusan tahun. Mengingatkan saya, cuma satu dari beribu mata rantai industri yang menyumbang kepada pembangunan industri, negara dan juga umat manusia.

Pada tahun 2015, menukar arah dari upstream kepada downstream industri sawit. Menyertai solvent extraction plant dan physical refinery buat pertama kalinya semata - mata kerana sudah penat pindah randah. Duduk lama di Bandar Lahad Datu. Commissioning combi boiler, solvent plant, physical refinery dan shipment pipeline. Pertama kali kerja dengan pengurusan dari luar negara dan mengurus pekerja asing. Industri baru, cabaran baru. Mendapatkan pensijilan ISO9001, GMP, ISCC, Kosher, Halal untuk syarikat.

Setiap kali berada dalam tekanan hebat di tempat kerja, selalu bawa keluarga camping dan melawat banyak tempat di seluruh Sabah. Kayak dengan anak - anak di SCCA, Silam.

Hasil tebu yang ditanam di hadapan rumah, dalam kilang. Di rumah ada mesin tebu. Air tebu diberikan kepada staf - staf di kilang. Rezeki dikongsi bersama - sama.

Menguruskan import eksport bahan mentah serta produk  syarikat. Abu adalah seorang yang sangat komited terhadap kerjaya.

Pada tahun 2021, dipindahkan semula ke Lahad Datu setelah lebih dua tahun berada di Negeri Sembilan dan Johor dalam tempoh COVID19. Syarikat baru lagi. Semangat berkobar - kobar kerana ini kali ketiga kembali semula ke Lahad Datu, Sabah. 

Setiap kali ada peluang, jumpa rakan - rakan lama dalam industri. Din Dukun Boiler adalah rakan semasa ambil lesen jurutera stim di Sabah (2006-2008). Mahathir dan Salman adalah rakan pengurus semasa di Boustead.

Semasa di Negeri Sembilan, saya menyewa dan berjiran dengan Tn. Hj Latib Labu, guru kepada Din Dukun Boiler. Selalu jumpa setiap kali solat di Surau Taman Perumahan. Beliau antara legenda industri dan boiler yang telah menabur banyak bakti dalam industri. Bilakah negara akan menghargai para teknologi yang telah menabur bakti kepada negara tanpa henti?

Berada di Lembah Klang, ambil peluang melawat rakan panahan, Akmal Dahlan, pemilik Ladang Alam Warisan, Seri Menanti, Negeri Sembilan. Baru - baru ini anaknya menjadi juara dunia pertandingan horse back archery di China. Tahniah atas usaha gigih belasan tahun tanpa henti martabatkan pahanan di Nusantara.

Balik kampung, melawat Masjid Arrahman, Pulau Gajah yang ikonik seperti Masjid Kampung Laut.

Pada tahun 2018 selepas mengerjakan haji bersama ibu tercinta, isteri lahirkan anak bongsu, ujian mula menimpa diri. Berhenti kerja dan menyertai sebuah kilang sawit di Lahad Datu. Jalankan semua boiler lama yang tidak beroperasi dan jalankan kilang dalam keadaan selamat. 

Kawasan kilang dan kolam effluent yang sangat luas.

FFB ramp yang sangat besar.

Tahun 2018 merupakan tahun penuh warna warni. Namun yang paling indah adalah saya dijemput Allah untuk mengerjakan haji bersam ibu tercinta. Itu nikmat terbesar dalam hidup saya setelah puluhan tahun meninggalkan kampung halaman dan berjauhan dengan keluarga di kampung.

Berada di tapak perjanjian Hudaibiyah bersama Abu Anas Madani.

Pengalaman indah mengerjakan haji bersama ibu tercinta ditambah dengan dapat mengikuti pakej bersama Abu Anas Madani adalah sangat beruntung. Dapat mengerjakan haji di bawah bimbingan ulamak hebat. Hingga ke saat ini saya masih mengikuti semua kuliah Abu Anas Madani melalui channel FB Abu Anas Madani. Mengikuti jejak ulamak yang beramal adalah penting untuk mendepani kehidupan yang penuh cabaran di masa hadapan.

Bersama - sama ibu tercinta di tapak khemah Arafah. Bermula awal pagi kami sampai ke tapak khemah Arafah. Abu Anas suruh rehat di awal pagi. Sementara menugggu waktu paling mujarab doa iaitu waktu zuhur hingga waktu asar - terbenam matahari. Penat, kami rehat dan meluangkan masa di luar khemah. Tapak khemah Arafah sudah banyak pokok menghijau. Buatkan suasana amat nyaman dan indah. Tambah indah, dapat berdua - duaan bersama ibu tercinta.

Perjalanan haji yang diibaratkan oleh para ulamak, perjalanan seumur hidup. Banyak mengubah pandangan hidup dalam diri saya.

Sebelum bertolak mengerjakan haji.

Mengikuti kursus haji perdana ajuran Tabung Haji di Tawau

Di Madinah, berlatar belakang Masjid Nabawi. Serban menyerupai serban yang digunakan oleh Abu Anas Madani.

Program berbuka Ramadhan bersama - sama anak - anak yatim di Lahad Datu, anjuran surau syarikat.

Pada tahun 2021, terdampar tiga hari di hospital gara - gara slip disc. Setelah selahun terbaring di katil, kuatkan diri bangkit, bangun dan beli sebuah motor touring Benelli TRK251. Pandu motor solo dari Kota Kinabalu ke Lahad Datu dalam tempoh lapan jam. Mula ride solo ke merata lokasi di Sabah. Menyertai group motor di Sabah. Kenal ramai kenalan dari group motor. Mula dapat idea untuk ride dan mengembara ke seluruh dunia.

Lahirnya Borneo Rider - Ride & Camp.

Insta360 ambil gambar dan video lebih menarik.

Kejayaan membina tubewell dan RO Plant untuk kilang di Lahad Datu. Menjana sumber air tanpa memerlukan air dari luar.

SCCA adalah antara lokasi sunrise terbaik di Sabah. Banyak kali camping di sini semata - mata untuk mendapatkan view sunrise serta bulan penuh di waktu malam.

Keindahan pantai, laut dan pulau di Sabah tiada tandingannya. Ini gambar di SCCA.

SCCA

Di Crocker Range Sub Station Ulu Senagang, Keningau, Sabah dalam perjalanan sembilan hari Sabah 360 pada tahun 2023 bersama tiga anak lelaki.

Bersama lagenda industri - Ir Dr Hj Azmer Shamsuddin. Dia juga rakan Toastmasters saya. 

Payang Bay, Lahad Datu, Sabah

SCCA

Pan Borneo Bypass Lahad Datu, antara legasi Datuk Seri Najib yang menjadi nadi kehidupan Borneo.

Ambil gambar KL dengan drone

Menyertai kelab 4x4 Sabah Triton Xpedition (STX) Jambori Ke 2 mereka ke Long Pasia, Sipitang, Transit di Jalan Baru Telupid - Sook - Keningau. 

Semangat persatuan yang akrab dan rapat demi minat yang sama.

2013 Mendaki Gunung Kinabalu. Bersama malim gunung terkenal. Al Fatihah kepada Arwah yang telah meninggal dunia tahun lepas.

Pada tahun 2015 - 2018 sangat aktif menjadi trainer untuk boiler dan enjin pembakaran dalam. Menjadi tenaga pengajar mewakili MSIEA untuk Sarawak Energy - Steam Engineer & Boilerman

Sesekali melawat kilang sawit mencari sludge oil

Commissioning 700m shipment pipeline

Bergelumang dengan sludge oil selama beberapa tahun. Boleh tahan mencabar untuk memproses bahan mentah biodiesel.

Masih rindu untuk memanah. Tapi apakan daya, masa belum tiba. 
Ini adalah barisan insan yang saya pertama kali kenal bila menjadi kadet jurutera di kilang sawit - 2004. Aznol, Edmund, Richard, Maniam dan saya. Arwah Richard berbangsa Kadazan adalah housemate saya berasal dari Kola Belud. Beliaulah insan yang banyak corakkan laluan kerjaya saya 20 tahun kemudiannya. Semoga Allah berkatinya.

Pada tahun 2015, bawa 70 staff dan keluarga Segamaha Palm Oil Mill bercamping di Taliwas, Danum Valley. 

Bersama geng memanah Sabah.

.
.
.
.
....dan cerita ini masih ditulis. Terima kasih kerana menjadi pembaca setia blog Kembara Insan. Anda adalah penulis cerita anda sendiri!