Friday, 31 July 2026
The Decision That Shaped My Life
Tuesday, 28 July 2026
Sajak Dari Bintang Ke Bintang - Usman Awang
Sajak "Dari Bintang ke
Bintang" karya Sasterawan Negara Malaysia Usman Awang adalah sebuah
karya romantis yang menggambarkan rasa cinta mendalam, kenangan manis, serta
keperihan melihat kekasih hati bersanding dengan pilihan orang lain. Anda dapat
membaca bait lengkap sajak ini yang bersumber dari arsip.
Isi Sajak
Sajak ini berkisah tentang
pertemuan awal yang penuh cinta, kebahagiaan yang dirasakan, hingga kenyataan
pahit melihat sang kekasih bersanding di pelamin. Anda dapat membaca teks
lengkapnya melalui sumber. [
Tema dan Makna
- Cinta Bersemi: Menggambarkan kekaguman dan
getaran jiwa saat cinta pertama kali dirasakan.
- Kenyataan Pahit: Kesedihan mendalam penyair
melihat sang kekasih menikah dengan orang lain.
- Kenangan Abadi: Bayangan kekasih yang tetap
hidup dalam ingatan, terbayang di antara bintang-bintang.
Sajak
DARI BINTANG KE
BINTANG ~ Usman Awang
Ketika mata saling
menyapa senyum berbunga
Tasik hati mu
mencecah jiwaku mesra
Betapa debar dada
kurnia alam kasih bertakhta
Kau datang tanpa suara, menjamahku tanpa sabda
Subur laksana ladang
petani di lereng gunung
Ranum menguntum dalam
wujud rasa maha agung
Mata yang memberi
hati ini penuh menanti
Kureguk kasih
menghadapi hidup seluruh berani
Ini kulihat kepalamu tersandar di jinjang pelamin
Rambutmu tersanggul terandam mengilau di cahaya
lilin
Gemersik kainmu membisikkan bahagia malam
pengantin
Melimpah tumpah
bahagia dalam tawa teman keliling
Ketika malam kulihat matamu pada bintang
Senyummu melambai di gemilang sinar bulan
Dari bintang ke bintang kunantikan lagumu
Hanya kerdipan dalam bisu suara hatiku bimbang
Jika aku berdiri di muka jendela hati terluka
Bulan sedang
mengintai di balik awan kusapa
Angin yang datang
dari pelaminmu kutanya
Ia bisa mengabarkan
saat adinda sedang bahagia
( 1960 - Puisi-Puisi Pilihan Sasterawan Negara, DBP 1991)
Pak Utih Usman Awang 1954
Sajak "Pak Utih" karya Usman Awang adalah sebuah puisi satira sosial tahun 1954 yang menggambarkan kemiskinan petani desa, beban penderitaan keluarga, dan kelalaian janji para pemimpin.
Tema dan Maksud Sajak
- Kehidupan Petani Miskin: Menceritakan Pak Utih
yang bekerja keras di atas tanah tandus demi menyara seorang istri dan
lima orang anak.
- Penyakit dan Kesulitan: Menyoroti bagaimana
keluarga kecil itu tersiksa oleh penyakit malaria tanpa akses perobatan
yang sempurna.
- Kritik Sosial: Menyindir pihak penguasa atau
pemimpin yang lupa daratan dan mengabaikan nasib rakyat kecil setelah
mereka berkuasa.
Sajak Pak Utih
Punya satu isteri mau dakap sampai mati,
Lima anak mau makan setiap hari,
Teratak tua digayuti cerita
pusaka,
Sebidang tanah tandus untuk huma.
Kulit tangan tegang berbelulang,
Biasa keluarkan peluh berapa
saja,
O Pak Utih, petani yang berjasa.
Tapi malaria senang menjenguk
mereka,
Meski dalam sembahyang doa
berjuta,
Dan Mak Utih bisa panggil dukun
kampung,
Lalu jampi matera serapah berulang-ulang.
Betapa Pak Dukun dan bekalan
pulang,
Wang dan ayam dara diikat
bersilang.
II
Di kota pemimpin
berteriak-teriak,
Pilihanraya dan kemerdekaan
rakyat,
Seribu kemakmuran dalam negara
berdaulat,
Jambatan mas kemakmuran sampai ke
akhirat.
Ketika kemenangan bersinar
gemilang,
Pemimpin atas mobil maju ke
depan, dadanya terbuka,
Ah, rakyat tercinta melambaikan
tangan mereka.
Di mana-mana jamuan dan pesta
makan,
Ayam panggang yang enak di depan,
Datang dari desa yang dijanjikan
kemakmuran.
Pak Utih masih menanti dengan
doa,
Bapak-bapak pergi ke mana di
mobil besar?
Usman Awang, 1954
Kesusasteraan
Su = baik, indah, cantik, seni dan berguna.
Sastra = karya ( lisan/bertulis) atau buku.Susastra = karya yang indah dan berguna.
Kesusasteraan = semua bentuk karya bernilai seni dan berguna
Senarai Sasterawan Negara
1. 1981 : Kamaluddin Muhamad atau Keris Mas
2. 1982 : Prof. Emeritus Dato' Dr. Shahnon Ahmad
3. 1983 : Datuk Dr. Usman Awang
4. 1986 : Datuk Dr. A. Samad Said
5. 1988 : Muhammad Dahlan bin Abdul Biang atau Arena Wati
6. 1991 : Prof. Dr. Muhammad Haji Salleh
7. 1993 : Datuk Noordin Hasan
8. 1996 : Datuk Abdullah Hussain
9. 2001 : S. Othman Kelantan atau Dr. Syed Othman Syed Kelantan
10. 2009 : Dato' Dr. Anwar Ridhwan
11. 2011 : Datuk Dr. Ahmad Kamal Abdullah (Kemala)
12. 2013 : Datuk Hj. Baharuddin Zainal
13. 2016: Datuk Dr. Zurinah Hassan
Monday, 27 July 2026
The Day I Couldn't Move
There are moments in life that divide our journey into two parts: before and after. For me, that moment came in the middle of 2021, during the second phase of the COVID-19 pandemic.
Looking back, perhaps the warning signs had been there all along.
For more than fifteen years, I had worked in the palm oil industry, travelling countless kilometres along rough gravel roads to remote plantations. Long hours behind the steering wheel had become a normal part of my life. Then came COVID-19. Like millions of others, I spent nearly two years working from home, sitting through endless online meetings with very little movement. Age was catching up with me too, although I rarely admitted it.
I thought I was doing just fine.
One ordinary weekend, I cleaned the house, worked in the garden, and cooked lunch for my family. It felt like a productive day. Afterwards, I decided to lie down and have a short rest.
Then, everything changed.
Without warning, an unbearable pain shot through my lower back. Within seconds, I collapsed onto the living room floor. I tried to move—but I couldn't. Even the slightest movement sent waves of agony through my body.
Panic set in.
I called my wife. Then my friends. An ambulance soon arrived.
The pain was unlike anything I had ever experienced.
Because Malaysia was still under strict COVID-19 restrictions, I had to face the hospital alone. My wife and children could not visit me. Those three days felt much longer than seventy-two hours.
For three days, I could barely move. I couldn't even walk to the toilet without assistance. The pain was relentless, and the loneliness was equally difficult. There were moments when I simply stared at the hospital ceiling, thinking about life.
After several days of lumbar traction treatment, something extraordinary happened.
For the first time, I managed to stand.
They were only a few small steps to the toilet, but to me, they felt like climbing a mountain.
I had never appreciated the simple act of standing, walking, or moving until that day.
On the fourth day, I was discharged.
When I reached home and saw my wife and my children waiting for me, something deep inside me changed forever.
I asked myself a question that many of us avoid.
"What if I don't wake up tomorrow?"
That single question reshaped my priorities.
I realised that I had spent years building a career, solving problems, chasing deadlines and responsibilities. Yet I had often postponed taking care of the one asset that made everything else possible—my health.
That day, I made a promise to myself.
I would take better care of my body.
I would lose weight.
I would exercise regularly.
I would not wait until illness forced me to appreciate good health.
But the lessons went beyond physical fitness.
I promised myself that I would spend more quality time with my wife and my children.
I would visit my parents, relatives, and friends more often.
I would stop wasting energy on arguments, pride, and unnecessary conflicts.
Life is simply too short to carry unnecessary burdens.
Instead, I wanted to do more good.
To help more people.
To forgive more quickly.
To smile more often.
To appreciate every sunrise, every conversation, every meal shared with family, and every opportunity to make someone's day a little brighter.
I also promised myself something I had always dreamed about.
I wanted to see the world.
Not because I wanted to escape life, but because I wanted to experience it fully.
Every country has a story.
Every journey teaches a lesson.
Every destination reminds us how precious our time really is.
Today, my back is much better.
But the greatest healing was never my spine.
It was my perspective.
Sometimes, life does not need to take everything away to teach us what truly matters.
Sometimes, all it takes is one painful moment on the living room floor to remind us that every heartbeat is a gift.
Since that day, I no longer measure success only by promotions, achievements, or material possessions.
I measure success by the moments I share with the people I love.
By the kindness I leave behind.
By the memories I create.
By the lives I touch.
Because one day, none of us will remember the meetings we attended, the emails we sent, or the deadlines we met.
But our family will remember the time we spent with them.
Our friends will remember how we made them feel.
And the world will remember not what we owned, but what we gave.
If my experience has taught me anything, it is this:
Never wait for a hospital bed to remind you that your health is priceless.
Never wait for loneliness to remind you that your family is your greatest treasure.
Never wait for a close call with life to start truly living.
Every morning we wake up is another chance.
A chance to love.
A chance to forgive.
A chance to grow.
A chance to make today meaningful.
Because life is not measured by the number of years we live—
It is measured by how deeply we live each moment we are given.
Sunday, 26 July 2026
Lirik Petuah Hasehat
Qasidah Melayu judul Petuah Nasehat
Ciptaan H. Jalidar Abd Rahim (Group Nur El Sabah) dari Sumatera Utara
Bila diri ingin dikenang...
Semailah benih...ditengah sawah
Bila diri ingin dikenang...
Semailah benih... ditengah sawah
Bawalah ilmu...padi di ladang
Tambah berisi...tunduk kebawah
Bawalah ilmu...padi di ladang
Tambah berisi...tunduk kebawah
Bila diri ingin terpandang...
Jauhi kata tinggi melambung ...
Bila diri ingin terpandang
Jauhi kata tinggi melambung
Jauhi sifat ayam di kandang...
Bertelur satu ribut sekampung
Jauhi sifat ayam di kandang
Bertelur satu ribut sekampung
Jauhi sifat mengaku pandai
Angkuh dan sombong menepuk dada
Jauhi sifat mengaku pandai
Angkuh dan sombong menepuk dada
Ingat petuah penyu dipantai
Telur beratus namun tak bangga
Ingat petuah penyu dipantai
Telur beratus namun tak bangga
Bila ingin harum bak mawar...
Jauhi sifat meninggi diri...
Bila ingin harum bak mawar..
Jauhi sifat meninggi diri...
Bisa ular tidak kan tawar...
Walau menyuruk batang berduri...
Bisa ular tidak kan tawar...
Walau menyuruk batang berduri...
Lirik Petuah Nasehat
Cover lagu Petuah Nasehat
Ciptaan H. Jalidar Abd Rahim (Group El Sabah) dari Sumatera Utara
Kalaulah pandai meniti buih...
Selamatlah badan sampai ke seberang....
Di dalam hidup banyak rintangan...
Orang yang sabar Tuhan kasihkan...
Hidup banyak rintangan...
Orang yang sabar Tuhan kasihkan...
Tanak pulut santan binasa....
Kerana mulut badan binasa.....
Fikirkan dulu yang hendak dikata....
Jangan ikutkan nafsu semata....
Fikirkan dulu yang hendak dikata.....
Jangan ikutkan nafsu semata....
Kalaulah mandi bergilir - gilir...
Bila terkenang dkerja di sawah...
Hidup di dunia kan terus begini...
Sekali senang, sehari susah...
Hidup di dunia kan terus begini...
Sekali senang, sehari susah....
Kalau lah pandai meniti buih...
Selamatlah badan sampai ke seberang....
Di dalam hidup banyak rintangan...
Orang yang sabar Tuhan kasihkan....
Di dalam hidup banyak rintangan...
Orang yang sabar Tuhan kasihkan....
Saturday, 25 July 2026
Sajak Guru - Jasamu Dikenang oleh Ahmad Sarju
Sajak Guru - Jasamu Dikenang
Segala bakti yang engkau curahkan
mengajar mendidik anak bangsa
segala jasa yang engkau taburkan
menjadi kenangan tak akan kami lupakan.
Engkau laksana pelita di malam gelita
memancarkan sinar sepenuh rela
jiwamu tabah hatimu cekal
kasihmu tinggi semangatmu berkobar
yang tak pernah mengenal erti putus asa
yang tak pernah meminta puji dan puja.
Jasamu tak akan luput dalam ingatan kami
sepanjang hayat mekar di sudut had
tiap sepatah katamu mengisi erti
tiap madahmu mengandungi hikmat
pembentuk peribadi penegak kebenaran
pengatur hidup petunjuk kebahagiaan
Hanya kata - kata ini yang dapat kami lafazkan
terkumpul dari seribu hati menjadi satu
menadah tangan dengan doa restu
kepada Tuhan yang menjanjikan pembalasan
kepadmu guru - guru yang berjiwa mulia
pembimbing petunjuk ke arah maju jaya.
Jujur dan ikhlas engkau berbakti
di kota dan desa atau di hujung negeri
cekal dan tabah menempuh dugaan
hidupmu bagaikan diri menerangi yang kelam
jasamu akan ku kenang sepanjang zaman.
Ahmad Sarju, Klang, 1988
Wednesday, 22 July 2026
Elaeidobius Kamerunicus - The Little Giant
Barely 2 millimetres long, this tiny beetle was introduced from West Africa to Malaysia in the early 1980s to solve one of the oil palm industry's greatest challenges—pollination.
Before its arrival, pollination was carried out manually by thousands of workers, making the process labour-intensive, costly, and inefficient. The introduction of this tiny insect transformed the industry almost overnight. Natural pollination became highly effective, fruit set improved dramatically, bunches became heavier, and oil yields increased significantly.
Its impact reached far beyond the plantation. As fresh fruit bunches grew larger and heavier, palm oil mills had to evolve. Sterilisers were redesigned with larger capacities, and modern three-peak steam sterilisation systems were adopted to process the increased crop efficiently.
This remarkable partnership between nature and science helped propel Malaysia into the golden age of the palm oil industry. Up to 2003, Malaysia had become the world's largest producer of palm oil, a position built not only on engineering and human effort but also on the extraordinary work of a tiny beetle that most people never notice.
Never underestimate the power of small things. Sometimes, the smallest creatures create the biggest revolutions.
Tuesday, 21 July 2026
Professional Competency Examination (PCE)
How to get PEPC?
Selepas selesai Professional Assessment Examination (PAE) dan menjadi Professional Engineer (Without Practicing Certificate - PEPC), anda perlu menduduki Professional Competency Examination (PCE) dari BEM.
Berikut link panduan PCE dari BEM https://engineer.org.my/public/knowledgebases/FolderIndex?folderid=12
Syllabus of PEPC
PCE will test you on design, acts, bylaws and
everyday experience in performing the job.
Anda perlu menduduki peperiksaan berikut
Part A (Common Paper) and B (Technical Paper)
Key Knowledge Areas
A. BEM Publication & Regulations
- Understanding the Regilations of Engineer Act and Regulations
- Reviewing all BEM circulars and publications (including BEM HQ)
- Familiarity with different types of Engineering Consultancy Practices (ESPs), including formation, composition and requirements
- Importance of the Letter of Release (why & when it is required, and when it it not)
- Understanding the BEM Form of Contract & Scale of Fees (SOF)
- Code of Ethics for registered person
- Difference between Reasonable Skill & Care vs. Fit for Purpose
- Basics of contract formation (Offer, Acceptance, Consideration, Intention to Create Legal relations, Frustration, Void/Voidable Contracts, etc)
- Understanding that contracts can be formed in writing, verbally, or through conduct
- Consequences of breach of contract and legal remedies
- CIPAA, Arbitration and Legal Proceedings (especially in retrieving outstanding fees or contruction claims)
- Roles and Power of the Contract Administrator/Superintending Officer
- Response timeframes for key contract clauses
- Termination clauses and associated procedures
- Extension of Time (EOT), Liquidated Ascertained Damages (LAD) and project timelines
- Dispute resolution machanisms
- Borang G and Borang F their importance and submission process
- Section 70 of SDA - a crucial regulatory requirement
- Roles and responsibilities of the Submitting Person and Principal Submitting Person under UBBL
- Qualification criteria for Submitting Persons (e.g., beyond Professional Engineers with Practicing Certificates (PEPC), certain Registered Wireman and other qualified personnel may also be eligible to sign G-Forms
- While every element in the PCE syllabus is essential, i personnaly believe that focusing on these key areas (BEM publications and regulations, contract law, forms of contracts, and UBBL/SDA) will greatly help candidates in answering the common subjectives questions.
- The PCE is undoubtedly tough and tricky, but the preparation process itself is invaluable. In mastering these topics, you are preparing for an exam - you are preparing to become a business owner in an Engineering Consultancy Practise (ESP) and a qualified person to endorse engineering drawings and documents.
Monday, 20 July 2026
Guru Kehidupan
Wednesday, 15 July 2026
Energy definition
"energy is the ability to do work" is the standard definition used in many physics and engineering textbooks.
A more precise statement is:
Energy is the ability (or capacity) to do work.
The reason I said "capacity to do work or cause change" is that many modern physics texts broaden the definition because energy also drives processes that don't neatly fit the classical definition of mechanical work (e.g., heating, radiation, chemical reactions, phase changes). However, for engineering and introductory physics, the classical definition is preferred.
For example:
Physics/Engineering definition:
Energy is the ability (capacity) to do work.Work definition:
Work is done when a force causes an object to move through a distance in the direction of the force.SI unit:
Both energy and work are measured in joules (J).
Tuesday, 14 July 2026
Borewell water projek 55m kedalaman
Dalam satu project borewell water sedalam 55m, antara tanda digunakan untuk memeriksa lokasi mempunyai air atau tidak adalah dengan kehadiran batu - pasir halus seperti di bawah.
List of Act for Energy Manager Course
The 5-Day Energy Manager Training Course conducted by IEM Training Academy Sdn Bhd (formerly IEM Training Centre Sdn Bhd) is designed to prepare participants for registration as a Registered Energy Manager (REM) with the Energy Commission (Suruhanjaya Tenaga). The legal content has evolved from the earlier REEM/EMEER 2008 framework to the current EECA 2024 framework. (IEM TRAINING ACADEMY SDN BHD)
Below are the major Malaysian Acts, Regulations, Standards and Guidelines typically covered.
| Legislation / Standard | Purpose | Importance for Energy Manager |
|---|---|---|
| Energy Efficiency and Conservation Act 2024 (EECA 2024) | Main legislation governing energy efficiency | Primary Act governing REM duties and designated installations. (Suruhanjaya Tenaga) |
| Energy Efficiency and Conservation Regulations | Regulations made under EECA | Registration of REMs, obligations, reporting and compliance. (Suruhanjaya Tenaga) |
| Energy Commission Act 2001 (Act 610) | Establishes Suruhanjaya Tenaga | Powers and enforcement of the Energy Commission. (Suruhanjaya Tenaga) |
| Electricity Supply Act 1990 (Act 447) | Regulates electricity supply and installations | Electrical safety, licensing and legal responsibilities. (Suruhanjaya Tenaga) |
| Electricity Regulations 1994 | Technical requirements for electrical installations | Competent persons, maintenance and safe operation. (Suruhanjaya Tenaga) |
| Efficient Management of Electrical Energy Regulations 2008 (EMEER 2008) | Previous energy management regulation | Historical basis of REEM before EECA implementation. (My IEM) |
Malaysian Standards covered
MS ISO 50001 – Energy Management Systems
MS ISO 50002 – Energy Audits
MS ISO 50006 – Energy Performance Indicators (EnPI)
MS ISO 50015 – Measurement & Verification
MS ISO 50003 (Energy management system certification)
MS IEC 60364 (Low-voltage electrical installations – selected requirements)
Energy-efficient Malaysian Standards for lighting, motors, transformers and HVAC systems.
Energy Commission Guidelines
The course also introduces several Energy Commission guidance documents, including:
Guide on Energy Management System
Guide for Energy Audit
Guide for Registered Energy Manager (REM)
Guide for Designated Installations
Energy reporting procedures
Measurement & Verification (M&V)
Energy Performance Indicators (EnPI)
Energy baseline development
Monitoring, Targeting and Reporting (M&T). (Suruhanjaya Tenaga)
National Policies and Roadmaps
Participants are normally introduced to:
National Energy Policy
National Energy Transition Roadmap (NETR)
National Energy Efficiency Action Plan (NEEAP)
Malaysia Renewable Energy Roadmap (MyRER)
National Green Technology Policy
National Climate Change Policy.
Other Acts commonly referenced
Although not the main focus, Energy Managers should understand how these laws interact with energy projects:
Occupational Safety and Health Act 1994 (Act 514) (and amendments)
Factories and Machinery Act 1967 (Act 139) (where still applicable)
Environmental Quality Act 1974 (Act 127)
Sustainable Energy Development Authority Act 2011 (Act 726)
Renewable Energy Act 2011 (Act 725)
These become important when implementing boiler upgrades, motor replacements, compressed air improvements, solar PV systems, or process modifications.
Technical topics linked to the legislation
According to the IEM course outline, the five-day programme also covers:
Duties and responsibilities of a Registered Energy Manager
Malaysian energy policies and governance
Electrical energy management
Mechanical energy management
HVAC systems
Pumps and fans
Compressed air systems
Boilers and steam systems
Renewable energy
Battery Energy Storage Systems (BESS)
Energy monitoring and data logging
Energy audits
ISO 50001 implementation
Financial evaluation (NPV, IRR, Payback)
Management review
Online examination and competency assessment.
Given your experience in palm oil mills, refineries, solvent extraction plants, and boiler systems, the legislation and technical subjects most relevant to your work are:
Energy Efficiency and Conservation Act 2024 (EECA)
Electricity Supply Act 1990
Electricity Regulations 1994
Energy Commission Act 2001
MS ISO 50001 Energy Management System
Boiler and steam system energy efficiency
Motor, pump and fan optimization
Compressed air systems
Process heating and heat recovery
Energy audits and Measurement & Verification (M&V)
Efficient Management of Electrical Energy Regulations 2008 - 21,600 Gigajoules & 8,000 m2 requirements
Under the Efficient Management of Electrical Energy Regulations 2008 (Malaysia), a building or installation may be classified as a designated installation if it meets certain energy consumption thresholds.
The figures you mentioned are:
Annual energy consumption: 21,600 GJ (Gigajoules)
Gross floor area: 8,000 m²
These are criteria used to determine whether a building must appoint a Registered Electrical Energy Manager (REEM) and comply with energy management requirements.
1. What does 21,600 GJ mean?
21,600 GJ is the total electrical energy consumed in one year.
To better understand this figure:
1 GJ = 277.78 kWh
Therefore,
21,600 GJ × 277.78 = approximately 6,000,000 kWh/year
or
6 GWh/year
6,000 MWh/year
This is equivalent to:
500,000 kWh/month
16,400 kWh/day
Average electrical demand ≈ 685 kW continuously throughout the year
Typical facilities consuming around 6 GWh/year
Examples include:
Large office complexes
Hospitals
Universities
Shopping malls
Large hotels
Manufacturing plants
Palm oil refineries
Solvent extraction plants
2. What does 8,000 m² mean?
This refers to the gross floor area (GFA) of a building.
An 8,000 m² building could typically be:
8-storey office building with 1,000 m² per floor
Shopping mall
Hospital
University faculty building
Large hotel
The floor area criterion is mainly intended for commercial buildings where energy use is closely related to building services such as:
Air conditioning
Lighting
Lifts and escalators
Chilled water systems
Ventilation
3. Why are these thresholds important?
If a building exceeds either threshold (subject to the applicable regulations in force), the owner is generally required to:
Appoint a Registered Electrical Energy Manager (REEM).
Monitor and analyse electricity consumption.
Implement energy-saving measures.
Maintain energy records.
Submit reports to the relevant authority when required.
Conduct periodic energy assessments or audits as prescribed.
The objective is to reduce:
Electricity wastage
Operating costs
Carbon emissions
Peak electricity demand
4. Example Calculation
Suppose an office building has:
Gross Floor Area = 10,000 m²
Annual electricity consumption = 4,800,000 kWh
Convert to GJ:
4,800,000 × 0.0036 = 17,280 GJ
Result:
Floor area exceeds 8,000 m² ✔
Energy consumption is below 21,600 GJ ✘
Depending on the specific regulatory requirements applicable, the building may still fall within the scope because of its floor area.
5. Industrial Example
A palm oil refinery operates:
Average demand = 1 MW
Operating hours = 24 hours/day
Annual energy:
1 MW × 8,760 hours = 8,760 MWh/year
= 8,760,000 kWh/year
= 31,536 GJ/year
This exceeds 21,600 GJ/year, meaning the facility would generally fall within the designated threshold based on energy consumption.
Summary
| Criterion | Threshold | Equivalent |
|---|---|---|
| Annual energy consumption | 21,600 GJ/year | 6,000,000 kWh/year (6 GWh/year) |
| Gross floor area | 8,000 m² | Large commercial/institutional building |
| Average electrical demand equivalent | ≈685 kW | Continuous average over one year |
Mudiak Batang hari
"Mudiak Batang Hari" adalah lagu tradisional Minangkabau yang bergenre Pop Tradisional Minang (atau klasik). Lagu ini dicirikan oleh vokal mendayu-dayu yang kaya dengan cengkok khas, serta diiringi oleh melodi alat musik tiup saluang atau akordeon yang dikemas dalam aransemen modern bernuansa orkestra melayu.
Lirik adaptasi kepada Bahasa Melayu
ANAK ORANG TELUK KUANTAN
Anak dara dari Teluk Kuantan,
Berhasrat menuju ke Pasar Benai.
Kasih yang dulu menjadi harapan,
Kini terbentang, namun tak tergapai.
Selesai sudah dari Pasar Benai,
Langkah diteruskan menuju Pangian.
Kasih yang dirindu tak juga sampai,
Lelah menanggung seluruh kerinduan.
Naiklah kereta kuda perlahan-lahan,
Pelita dipasang menyinari jalan.
Niat di hati belum kesampaian,
Yang tinggal kini hanya kepedihan.
Andai takdir belum menyatukan,
Redalah hati menerima suratan.
Walau cinta terus diperjuangkan,
Namun tak semua berakhir impian.
Biarlah waktu menjadi penawar,
Mengubat luka yang lama bersarang.
Walau hati masih berdebar,
Kasih yang hilang tetap dikenang.
Monday, 13 July 2026
Energy Manager ; what you will learn?
Kepentingan EMTC Energy Manager
Kursus Energy Manager Training Course (EMTC) anjuran sangat penting, terutamanya bagi jurutera, pengurus kilang, pengurus fasiliti dan industri yang menggunakan tenaga elektrik dalam jumlah yang besar.
Kepentingannya ialah:
-
Mematuhi keperluan undang-undang – Kursus ini menyediakan peserta untuk menjadi Registered Electrical Energy Manager (REEM) yang diiktiraf oleh Suruhanjaya Tenaga bagi membantu organisasi memenuhi keperluan peraturan pengurusan tenaga.
-
Mengurangkan kos operasi – Peserta belajar mengenal pasti pembaziran tenaga, menganalisis penggunaan elektrik, dan melaksanakan projek penjimatan tenaga yang boleh menjimatkan ribuan hingga jutaan ringgit setahun.
-
Meningkatkan kecekapan loji – Meliputi sistem elektrik, motor, pam, pemampat udara, boiler, sistem penyejukan, HVAC dan pemantauan tenaga supaya operasi lebih cekap.
-
Menyokong kelestarian (ESG) – Penggunaan tenaga yang lebih cekap mengurangkan pelepasan karbon dan membantu syarikat mencapai sasaran kelestarian.
-
Meningkatkan kerjaya – Pensijilan EMTC memberi nilai tambah kepada jurutera dan pengurus kerana kemahiran pengurusan tenaga kini semakin diperlukan dalam sektor pembuatan, minyak sawit, makanan, kimia dan bangunan komersial.
Bagi industri sawit, kursus ini amat bermanfaat kerana membantu mengoptimumkan penggunaan elektrik di stesen proses, boiler, turbin, motor, pam dan sistem utiliti. Penjimatan tenaga 5–15% di sebuah kilang sawit boleh memberi impak kewangan yang besar jika diurus secara sistematik.
Sunday, 12 July 2026
BAREH SOLOK oleh Nuskan Syarif
"Bareh Solok" is a traditional Minangkabau folk song from West Sumatra, Indonesia. Originally composed by Nuskan Syarif and made famous by legends like Elly Kasim, its musical style is deeply rooted in traditional Malay/Minang melodies characterized by a smooth, nostalgic, and melancholic rhythm
FULL LIRIK
Beras Solok ditanak harum,
Bersama peria menjadi santapan.
Bunyi lesung bergema berirama,
Disambut senda si tukang sambal.
Musafir datang dari Sumpur,
Singgah sejenak di tepian Singkarak.
Nasi baharu bersama gulai pangek,
Belum sempat dijamah, mentua pun melintas.
Beras Solok, hasil bumi bertuah,
Lemak rasanya memikat jiwa.
Harumnya mengundang rindu di hati,
Warisan pusaka sepanjang masa.
Beras Solok, beras pilihan,
Anugerah sawah nan menghijau.
Sekali merasa pasti terkenang,
Nikmatnya kekal sepanjang hayat.
Gurindam 12 oleh Raja Ali Haji (1846)
LIRIK LAGU GURINDAM 12
Lirik/Lagu : BorneoRider
Inspirasi karya Raja Ali Haji
Gurindam 12 ialah karya agung sastera Melayu hasil nukilan pujangga Raja Ali Haji pada tahun 1846 (1263 Hijrah) di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Karya ini diterbitkan secara rasmi pada tahun 1847 dan menjadi panduan hidup penting berteraskan nilai Islam dan budaya Melayu.
Full Lirik
Di Pulau Penyengat cahaya bermula,
Tinta ulama menyuluh jiwa,
Pesan lama diwaris zaman,
Gurindam dua belas jadi pedoman.
Pegang agama teguh di dada,
Jangan dunia memesong rasa,
Kenal Tuhan kenal diri,
Barulah hidup berseri-seri.
Sembahyang tiang seluruh iman,
Puasa mendidik sabar harian,
Zakat membersih jiwa dan harta,
Haji menyempurna janji cinta.
Gurindam… warisan bangsa,
Nasihat lama penyuluh jiwa,
Adab dijaga, iman dibela,
Melayu hidup penuh cahaya.
Dari lidah hingga ke hati,
Dari raja hingga rakyat negeri,
Pesan bijaksana tak lapuk dek masa,
Menjadi pelita sepanjang usia.
Peliharalah mata dan telinga,
Jangan fitnah singgah di jiwa,
Jagalah lidah daripada dusta,
Kerana kata cermin manusia.
Hati itu raja di badan,
Bila rosak musnahlah insan,
Dengki marah usah dipuja,
Kelak binasa akal dan jiwa.
Budi bahasa lambang bangsa,
Ilmu dicari sepanjang usia,
Orang berakal menyiap bekal,
Untuk akhirat yang kekal.
Carilah guru pembimbing diri,
Sahabat setia penawar hati,
Isteri solehah penyejuk jiwa,
Kawan amanah susah dan senang bersama.
Gurindam… warisan bangsa,
Nasihat lama penyuluh jiwa,
Adab dijaga, iman dibela,
Melayu hidup penuh cahaya.
Dari lidah hingga ke hati,
Dari raja hingga rakyat negeri,
Pesan bijaksana tak lapuk dek masa,
Menjadi pelita sepanjang usia.
Banyak bicara banyak dusta,
Kurang siasat membawa celaka,
Didik anak penuh hikmah,
Agar dewasa membawa berkah.
Khianat diri jangan sekali,
Kelak hilang harga diri,
Jangan memuji diri sendiri,
Biarlah budi dikenang nanti.
Yang tahu salah jangan dibuat,
Syaitan datang membawa sesat,
Anak muda jagalah jiwa,
Jangan hanyut godaan dunia.
Hormatilah ayah dan bonda,
Syurga dekat pada mereka,
Didik keluarga penuh kasih,
Agar rumah sentiasa bersih.
Jika memegang suatu amanah,
Buang khianat jauhkan fitnah,
Pemimpin adil disanjung rakyat,
Negeri aman penuh berkat.
Kasihi insan berilmu tinggi,
Hormati mereka sepenuh hati,
Kerana bangsa mulia berdiri,
Dengan adab dan pekerti
Gurindam… suara zaman,
Membimbing insan menuju Tuhan,
Walau dunia terus berubah,
Pesannya tetap indah.
Raja Ali Haji meninggalkan cahaya,
Untuk Melayu sepanjang masa,
Selagi adab dijunjung tinggi,
Selagi itu bangsa berseri.
Di Pulau Penyengat angin berbisik,
Warisan lama terusik cantik,
Gurindam bukan sekadar puisi,
Tetapi cermin jiwa insani.



