Tuesday, 10 March 2020

Bentuk - Bentuk Komunikasi Islam

A. PENDAHULUAN

Objek kajian Ilmu Komunikasi Islam terdiri dari tiga bentuk komunikasi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiga bentuk komunikasi tersebut adalah: 

komunikasi manusia dengan Allah, 
komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan 
komunikasi manusia dengan sesama makhluk lainnya.

B. BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI ISLAM

1. Komunikasi Ilahiah

Komunikasi Ilahiah adalah bentuk komunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Bentuk komunikasi ini bersifat alami dan merupakan wujud dari adanya ruh kehidupan yang ditiupkan Allah kepada makhluk-Nya. Dengan tiupan ruh-Nya, manusia selalu rindu ingin berkomunikasi dengan-Nya, terutama saat berada dalam kondisi sulit.

Pola Komunikasi Manusia dengan Penciptanya

a. Pola Komunikasi dengan Manusia Pilihan

- Komunikasi Langsung 
  Komunikasi langsung antara Allah dan manusia pernah terjadi pada Nabi Musa AS. Karena itu, Musa diberi gelar *Kalimullah* (orang yang dapat berkomunikasi langsung dengan Allah SWT). Komunikasi langsung antara Musa dan Penciptanya pertama kali terjadi ketika Musa menerima wahyu pertama di Bukit Thursina.  
  Nabi Muhammad SAW juga pernah berkomunikasi langsung dengan Allah di Sidratul Muntaha saat dipanggil untuk menerima perintah salat.  
  Bentuk komunikasi seperti di atas tidak terjadi lagi pada manusia biasa, meskipun pintu komunikasi dengan Allah tetap dibuka dengan cara dan media yang lain.

- Komunikasi dengan Wahyu
  Komunikasi melalui wahyu merupakan jenis komunikasi yang paling lazim terjadi pada semua nabi. Contoh bentuk komunikasi ini terjadi pada Nabi Ibrahim ketika dia meminta kepada Allah agar dibuktikan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah meninggal.  
  Juga terjadi pada Nabi Zakaria yang berkomunikasi dengan Penciptanya agar dikaruniai seorang anak yang akan melanjutkan perjuangannya.  
  Komunikasi ini juga terjadi antara Nabi Isa dengan Penciptanya. Al-Qur’an merekam komunikasi ini dalam Surah Al-Maidah ayat 116-118. Tema besarnya adalah tentang ketuhanan Yesus dan Maria, apakah ajaran itu bersumber dari Isa atau bukan. Al-Qur’an menyatakan bahwa Isa menolak jika ajaran tersebut bersumber darinya.

b. Pola Komunikasi dengan Manusia Biasa

- Salat
  Secara lahiriah, salat berkaitan dengan pekerjaan jasmani seperti berdiri, duduk, rukuk, sujud, serta semua perkataan dan perbuatan. Selain gerakan, aktivitas salat juga berkaitan dengan hati, yaitu mengagungkan Allah, membesarkan-Nya, takut, cinta, taat, memuji, bersyukur kepada-Nya, serta bersikap rendah hati dan patuh kepada Allah.  
  Salat adalah ajaran Islam yang mengajarkan kepada penganutnya untuk berkomunikasi secara intensif dengan Allah. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berkomunikasi dengan-Nya melalui media salat minimal lima kali sehari pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

- Dzikir
  Secara bahasa, dzikir berarti mengingat sesuatu dengan cara diucapkan lisan atau dihadirkan di dalam hati. Dzikir adalah salah satu bentuk komunikasi manusia kepada Allah dengan cara menghadirkan-Nya di dalam hati, menyebut-Nya dengan lisan, mempelajari dan mengajarkan ajaran-Nya, serta mencegah orang dari hal-hal yang dilarang-Nya. Komunikasi dengan Allah adalah salah satu cara seorang hamba untuk selalu diingat oleh-Nya.

- Istighfar dan Taubat
  Tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. Yang membedakan adalah tingkat kesalahan, frekuensi berbuat salah, dan kesadaran untuk mengevaluasi diri. Manusia normal, jika melakukan kesalahan, pasti akan merasa bersalah.  
  Seseorang dapat melakukan istighfar jika ia mampu membaca dan menyadari kesalahan yang dilakukannya. Setelah istighfar berhasil dilakukan, langkah selanjutnya adalah taubat, yaitu kembali ke jalan yang benar setelah melakukan kesalahan.

- Tilawah Al-Qur’an 
  Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan hamba-Nya. Di dalamnya terdapat banyak bentuk komunikasi, antara lain:  
  1. Komunikasi antara Allah dengan Malaikat.  
  2. Komunikasi Allah dengan para nabi dan rasul.  
  3. Komunikasi Allah dengan Iblis.  
  4. Komunikasi Allah dengan manusia melalui perantara rasul.  
  5. Komunikasi Allah dengan manusia secara langsung.  
  6. Komunikasi Allah dengan makhluk lainnya.  
  7. Komunikasi sesama manusia.

C. KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Setiap hari, bahkan setiap waktu, kita melakukan komunikasi intrapersonal. Semua objek yang kita lihat dan dengar akan terekam, tersimpan, dan dapat dipanggil kembali saat kita memerlukannya.  
Proses melihat dan mendengar objek, lalu memaknai apa yang diindera, serta merekam apa yang kita persepsikan, berlangsung sangat cepat dalam diri kita. Proses yang terjadi di dalam diri ini disebut komunikasi intrapersonal (atau intrapribadi).

D. KOMUNIKASI ANTARMANUSIA

1. Komunikasi Antarpersona (Antarpribadi)

Ada yang menyebutnya komunikasi dua orang. Komunikasi antarpribadi dalam Islam menempati posisi yang sangat penting.  
Komunikasi antarpribadi didefinisikan melalui tiga pendekatan: berdasarkan komponen, berdasarkan diadik, dan berdasarkan pengembangan.  
Komunikasi antarpribadi memiliki delapan karakteristik:  
- Melibatkan paling sedikit dua orang.  
- Memiliki umpan balik (*feedback*).  
- Tidak harus melalui tatap muka.  
- Tidak harus memiliki tujuan tertentu.  
- Menghasilkan beberapa pengaruh (*effect*).  
- Tidak harus menggunakan kata-kata.  
- Dipengaruhi oleh konteks.  
- Dipengaruhi oleh kegaduhan (*noise*).

2. Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok merupakan bagian dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Berkelompok adalah salah satu kebutuhan dasar manusia.  
Suatu perkumpulan baru disebut kelompok jika memenuhi dua syarat: *pertama*, anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok; *kedua*, nasib anggota kelompok saling bergantung sehingga hasil setiap orang terkait dengan cara tertentu dengan hasil yang lain.  
Hidup berkelompok dalam Islam disebut hidup berjamaah. Dalam Islam, kehidupan berjamaah sangat dianjurkan, bahkan terwujud dalam praktik beragama. Kaum muslimin sangat dianjurkan melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid.  
Selain anjuran salat berjamaah, Rasulullah SAW juga memerintahkan umatnya untuk hidup berjamaah dalam menjalani kehidupan.

3. Komunikasi Massa

Menurut Bittner (dikutip Jalaluddin Rakhmat dalam *Psikologi Komunikasi*), komunikasi massa adalah *"message communicated through a mass medium to a large number of people"* (pesan yang dikomunikasikan melalui media massa kepada sejumlah besar orang).

Empat tanda pokok komunikasi massa:  
1. Bersifat tidak langsung — harus melalui media teknis.  
2. Bersifat satu arah — tidak ada interaksi antara peserta komunikasi.  
3. Bersifat terbuka — ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim.  
4. Mempunyai publik yang secara geografis besar.

Berdasarkan definisi serta pokok-pokok di atas, komunikasi massa memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam skala luas, baik sekadar menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, membimbing, maupun mempengaruhi pemikiran mereka.  
Berdasarkan definisi di atas, komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media yang dapat menjangkau massa dalam skala luas. Media yang dapat digunakan untuk komunikasi bentuk ini adalah surat kabar, majalah, film, radio, televisi, dan internet.

Sumber:
http://mirdhayurfiza.blogspot.com/2015/07/bentuk-bentuk-komunikasi-islam.html

No comments:

Post a Comment