I began my Kembara 2026 journey a few weeks ago.
The first destinations were Duri and Pekanbaru. Last week, unplanned and unexpected, I found myself in Indrapura, visiting the historic Istana Siak.
On my way home from work, a friend asked me,
“Why do you travel to new places? Are you looking for supermarkets or big malls?”
I smiled and answered, not at all.
If it’s malls, Malaysia has plenty of them.
I travel because I want to reach places I have never stepped foot on before.
I want to see nature, city icons, and historic towns.
I want to walk through museums and cultural villages.
I want to observe local life—how people live, speak, preserve their customs, and celebrate their uniqueness.
While searching for the right words to explain myself, I realized that my inspiration comes from Khairul Abdullah, the author of I Am a Backpacker: Germany. When I first traveled to Europe in 2018, I came across his book. Inside it, there was a line that has stayed with me until today:
> “I travel, and in the end, I become a storyteller.
Not to boast, but to share meaning.”
I am also inspired by Kakak Anita, who travels the world on a motorcycle. She journeys and writes, inspiring thousands of people who may never have the same opportunities—allowing them to see the world through her perspective.
And that is why I want to travel across Sumatra, Indonesia, and the world.
To walk. To see. To learn.
And eventually, to tell stories that carry meaning.
#Kembara2026 #JourneyWithPurpose #TravelWithMeaning #StorytellerOnTheRoad #SlowTravel #CulturalJourney #ExploreSumatra #WanderToLearn #TravelInspiration #IAmBackpacker #TravelAndTell
🌍 Tentang kembara & hidup
“Mengembara bukan untuk lari, tetapi untuk lebih mengenal diri.”
“Dunia ini luas, jangan kecilkan hidup dengan ketakutan.”
“Setiap perjalanan akan mengajar sesuatu, walaupun kita tersesat.”
🎒 Tentang keberanian & pengalaman
“Berani keluar zon selesa adalah langkah pertama untuk matang.”
“Bukan semua pengalaman perlu mewah, yang penting ia bermakna.”
🧠 Tentang perspektif
“Bila kita melihat dunia, kita akan lebih memahami manusia.”
“Perbezaan budaya bukan untuk dipersoal, tetapi untuk difahami.”
📖 Tentang bercerita & pengalaman
“Cerita yang jujur tidak perlu dibesar-besarkan, cukup ia benar.”
“Setiap perjalanan ada ceritanya, terpulang sama ada kita mahu berkongsi atau menyimpannya.”
“Bercerita bukan untuk menunjuk, tetapi untuk memberi makna kepada pengalaman.”
📝 Tentang menulis & berkongsi kisah
“Cerita yang baik lahir daripada pemerhatian, bukan imaginasi semata-mata.”
“Apa yang kita lalui mungkin biasa bagi kita, tetapi bermakna untuk orang lain.”
“Menulis adalah cara paling jujur untuk mengulang semula perjalanan.”
🌍 Tentang cerita sebagai jambatan manusia
“Cerita menyatukan manusia walaupun bahasa dan budaya berbeza.”
“Apabila kita bercerita, kita sebenarnya sedang belajar memahami orang lain.”
1. “Akhirnya aku bercerita, bukan kerana segalanya indah, tetapi kerana segalanya pernah mengajar.”
2. “Akhirnya aku bercerita, setelah diam terlalu lama memendam makna.”
3. “Akhirnya aku bercerita, supaya perjalanan ini tidak hilang begitu saja.”
4. “Akhirnya aku bercerita, kerana pengalaman yang disimpan akan layu tanpa dikongsi.”
5. “Akhirnya aku bercerita, bukan untuk dipuji, cukup untuk difahami.”
> “Aku mengembara, akhirnya aku menjadi pencerita.
Bukan untuk bermegah, tetapi untuk berkongsi makna.”
📖 Maksud & konteks
Ayat ini menggambarkan falsafah beliau:
mengembara → mengutip pengalaman
bercerita → memberi nilai kepada pengalaman
bukan untuk menunjuk, tetapi untuk memberi manfaat kepada orang lain.
No comments:
Post a Comment