Saturday, 30 November 2013

Adab belajar

Inilah Adab Belajar Menurut Islam

21 Mei 2012 13:07 WIBSuasana proses belajar mengajar di kelas. (Foto Ilustrasi)REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul Wahab


Hakikat hidup adalah belajar. Hakikat belajar adalah proses transformasi diri menuju peningkatan kapasitas intelektual, keluhuran moral, kedalaman spiritual, kecerdasan sosial, keberkahan profesional, dan perubahan sosial menuju khaira ummah (umat terbaik). Dengan belajar, manusia bisa hidup bermartabat dan membangun peradaban yang bersendikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.


Perintah Allah SWT yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah membaca. (QS al-Alaq [96]:1-6). 

Perintah ini sangat penting karena inti belajar adalah membaca. Tidak ada proses pembelajaran yang tidak melibatkan aktivitas pembacaan. Dalam Islam, belajar adalah ibadah. 


"Menuntut ilmu itu (belajar) wajib bagi Muslim dan Muslimah." (HR Muslim).


Perintah membaca tersebut sarat dengan adab (etika) mulia. Tidak semua membaca itu disebut belajar atau mencari ilmu. Alquran mula-mula mengaitkan perintah membaca dengan bismi rabbik (atas nama Tuhanmu). Artinya, adab belajar mengharuskan pelajar untuk meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain.

Imam Syafi’i (150- 204 H) pernah “curhat” kepada gurunya, Waqi’ mengenai hafalannya yang buruk. Sang guru menasihatinya agar meninggalkan maksiat. Kata sang guru, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. Dengan demikian, belajar harus jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidup si pembelajar.


Selain bismi rabbik dan menjauhi maksiat, pelajar juga harus senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya.


“Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Imam Syafi’i juga menegaskan bahwa ilmu itu bukan yang dihafal dalam pikiran, tetapi yang bermanfaat dalam perbuatan.

 Sabda Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuknya (amalnya tidak semakin baik), maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah.” (HR ad-Darimi).

Belajar menuntut optimalisasi kecerdasan, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran karena belajar itu bukan merupakan proses yang instan, (langsung berilmu) tetapi memerlukan kerja ikhlas, keras, dan cerdas.

Imam Syafi’i, pernah bersyair,

 “Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali terpenuhinya enam hal, yaitu: kecerdasan, antusiasme (kesungguhan), kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang lama.” 

Jadi, belajar itu bukan sekadar datang ke sekolah atau kampus untuk mendengar dan mencatat apa yang disampaikan guru, melainkan juga berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas.

Karena belajar itu ibadah, maka menurut Imam Ja’far as-Shadiq, belajar itu harus dimulai dengan thaharah (pembersihan diri) dan berwudhu agar terhindar dari godaan setan.

 Adab lainnya adalah menghormati guru dan ulama. Seorang pelajar juga dianjurkan untuk berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pemikiran. Wallahu a’lam


Red: Heri Ruslan

Sumber
http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/05/21/m4cznr-inilah-adab-belajar-menurut-islam

Sunday, 24 November 2013

Bab 106 Nasihat kpd org yang makan tetapi tidak kenyang

Hadis

Wahsyi bin Harb melaporkan,

"Beberapa orang sahabat Nabi Muhammad memgadu kepada beliau. Kata mereka, 'wahai Rasulullah, kami makan tetapi tidak kenyang.'

Dijawab oleh Nabi Muhammad, "Barangkali saudara - saudara makan sendiri - sendiri."

Jawab mereka, 'Benar.'

Lalu Nabi Muhammad berkata, "Makanlah beramai - ramai, dan bacalah Bismillah, nescaya makanan itu menjadi berkat."

Direkod oleh Abu Daud

Kitab Riyadus Solihin ms 379

Saturday, 23 November 2013

Segera melakukan perkara baik


  1. Surah Al Baqarah ayat 148 "Oleh itu, berlumba - lumbalah kamu mengerjakan perkara baik."
  2. Surah Ali Imran ayat 133, "Dan segeralah kamu kepada keampunan daripada Tuhan kamu dan syurga yang seluas langit dan bumi yang disedikan untuk orang yang bertaqwa."
  3. Abu Hurairah melaporkan Nabi Muhammad SAW menjelaskan, "Segeralah saudara - saudara semua melakukan amal yang baik - baik sebelum datangnya fitnah yang diibaratkan umpama potongan - potongan daripada malam yang gelap gelita. Pada pagi hari seseorang itu beriman tetapi pada petang hari dia menjadi kafir. Ada pula yang pada petang hari dia masih beriman tetpai pada pagi esoknya menjadi kafir. Orang itu menukarkan agamanya dengan harta dunia." (Direkodkan oleh Muslim)

Galakan Berfikir

1. Firman Allah, "Katakanlah, 'Aku hanyalah menasihati kamu dengan satu perkara sahaja, iaitu hendaklah kamu mengadap kepada Allah berdua - dua atau sendirian kemudian berfikirlah'."

(Surah Sabak ayat 46)

2. "Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda - tanda (kekuasaan Allah) untuk orang yang berakal. (Iaitu) orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri, duduk dan berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan berkenaan kejadian langit dan bumi (sambil berkata), 'wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menjadikan semua ini sia - sia, Maha Suci Engkau maka peliharalah kami daripada azab neraka'."

(Surah Ali Imran ayat 190-191)

3. "Tidakkah mereka memperhatikan keadaan unta, bagaimana ia diciptakan? dan keadaan langit, bagaimana ia ditinggikan binaannya? dan keadaan gunung - ganang, bagaimana ia ditegakkan? dan keadaan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Oleh itu, berikanlah peringatan kerana sesungguhnya kamu hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan."

(Surah Ghashiyah ayat 17 hingga 21)

4. " Tidakkah mereka berjalan dan mengembara di muka bumi, serta memerhatikan bagaimana kesudahan orang yang terdahulu dari mereka?"

(Surah Ar Rum ayat 9)

5. Abu Ya'la, nama sebenarnya Shadad bin Aus melaporkan Nabi Muhammad SAW menjelaskan, "Orang yang pintar adalah orang yang selalu menilai dirinya sendiri dan dia suka beramal bagi mencari bekal matinya. Orang yang bodoh adalah orang yang selalu mengikut hawa nafsunya dan mengharapkan kemurahan Allah."

Direkodkan oleh Tirmizi dan beliau menyatakan hadis ini hadis hasan.

ACB 2 Resources for Informing ( Palm Oil Mill Layout )


OPENING
Main purpose : To Explain the layout of palm oil mill and justification.
Sub purpose : By end of the speech, the audiences can learn basic lay out of a palm oil mill.

BODY

POINT 1
Location of the palm oil mill must be near or center to oil palm plantation.
1.1 Near to estates - transportation of oil palm oil mill.
1.2 Near to water sources for boiler - processing.
1.3 Near to Refinery.
1.4 Far from town and local peoples - prevent pollution.

POINT 2
Flow of the process determine the location of the station.
2.1 Security post, Office, laboratory and Despatch point for easy control in and out.
2.2 Water Treatment Plant>Boiler House>Power Plant
2.3 FFB Reception Station>Steriliser>Threshing>Press & Clarification Station>Nut Plant & Kernel Plant>Kernel Storage
2.4 Waste
       Fiber + shell > boiler, EFB to Estate for mulching, liquid waste to Effluent Treatment Plant
2.5 Supporting Station such as Workshop/Store - near to all station.

POINT 3
3.1 Overall - Good layout will result is shorter machinery such as conveyors and piping > reduce capital cost.
3.2 Easy to maintain, less area require, lower operation cost.
3.3 Reduce numbers of workers.
3.4 Safety risk reduction.

CLOSING
Summary of the main points

3 main factor need to consider during designing palm oil mill are location, process flow and costing.

Thank you.

Time ( Five to Seven Minutes)

Friday, 22 November 2013

Bagaimana saya menggunakan IT (Panduan kepada generasi XYZ, Alpha, Beta,..!)

Opening

Aku mula menyentuh komputer semasa tingkatan 1, tahun 1991, kelas komputer sekolah menengah. Masa itu guna starter DOS disk untuk start komputer. Disk bentuk bulat hitam. Sampai sekarang aku masih tak faham macam mana nak buka komputer masa tu.

Masuk universiti, aku dibawa kawan ke makmal komputer. Masa tu terkenal dengan chatting. Walaupun duduk sebelah menyebelah, tapi chatting.

Masuk ke kampus kejuruteraan, masuk pula zaman desktop. Ada sorang kawan memang kaki komputer game, ajar kami dari macam mana nak pasang komputer hingga repair komputer. Sanggup menghabiskan duit PTPTN kerana nak memiliki sebuah komputer. Naik bas ke Kuala Lumpur beli komponen komputer dan balik pasang sendiri sejauh nun di Perak.

Aku juga melihat kekawan terkena penangan kegilaan bermain game hingga lewat malam. Dari game strategi Red Elert, Age of Empire, The Pharoh, kepada game bola seperti FIFA serta segala game yang aku pun tak ingat. Asalnya niat nak habis duit PTPTN untuk beli komputer kononnya nak buat assignment dan projek kuliah, seluruh masa dihabiskan dengan bermain game. Lebih parah, ada juga yang terkena penangan game online, sanggup tak tidur malam dan siangnya tidur, kuliah ponteng.

....intro zaman jahiliah!

Tamat belajar ijazah kejuruteraan mekanik dengan kelulusan yang cukup makan, aku bertukar tukar tempat kerja. Dalam masa setahun, aku bekerja di Pulau Pinang, Kelantan dan Selangor. Hingga akhirnya Mac 2004, aku sampai ke bumi Sabah. 2008 ke Sarawak. Hampir lebih 5 tahun aku kehilangan nikmat internet. Hidup, bangun, kerja, tidur dan bangun semula untuk bekerja. Al maklumlah, kilang sawit 3 jam jauhnya dari bandar terdekat. Di ladang sawit, usahkan GPRS, GSM, line pun tiada. Apabila aku mula menyewa rumah, aku beli sebuah smartphone HTC. Dapat online bila aku keluar hujung minggu. Aku sign in akaun Yahoo Messenger yang sudah hampir 5 tahun tak dibuka. Bila dapat internet...fenomena ini berlaku!

Kagum 1
Dapat kontek Cikgu Sabarudin, kawan masa matrik setelah 7 tahun lost kontek. Rupanya dia pun dah 3 tahun di Kapit! Kami jumpa dan akhirnya beliau pindah ke Miri.

Kagum 2
Rizal Si Pengembara yang berada di Australia memperkenalkan aku kepada Facebook. Aku yang buta FB masa tu sangat excited bilamana dijemput ke group MRSM KT dan dapat kontek kawan kawan sekolah setelah hampir 13 tahun lost kontek!

....
Siang berganti malam, malam berganti siang. Pantang keluar ke Miri, aku mesti online. Dari FB, aku terjumpa blogspot.com. Membuka dan menulis buat pertama kali sebuah blog yang dinamakan "LIFE IN PALM OIL INDUSTRY". Kenapa aku pilih tajuk itu? Sebab aku nak share pengalaman aku dalam industri sawit. Dari satu tajuk ke tajuk, akhirnya bermacam macam aku post. Dah jadi macam Astro, macam macam ada. Jadi rojak. Dan akhirnya, aku mengekalkan "KEMBARA INSAN / ENGINEER'S BLOG". Aku seorang pengembara. Sepanjang pengembaraan itu, aku mencatat dalam log blog ini. Juga sebagai data centre. Banyak info dan maklumat berguna sengaja aku masukkan dalam blog supaya ilmu tersebut ada bila mana aku perlukan.

Begitulah seterusnya. Apabila nak exam steam engineer, aku masukkan nota steam. Bila nak siapkan assignment MBA, aku masukkan nota dan maklumat yang aku jumpa. Post demi post, ia sebenarnya mengambarkan apa yang tengah aku fikir pada masa itu.


panjang lebar, masih jauh dari tajuk di atas!

Body

Sebab introduction panjang lebar sangat, maka body aku buat short note saja sebab kalau tak, sampai bila tak abis. (Lagipun aku tahu, korang bukan suka sangat pun baca panjang lebar!)



Point 1 Guna IT untuk buat pahala bukan dosa.
Dari zaman jahiliah ke zaman hijrah, maka kita mesti berubah. Tujuan aku cerita kat atas bertujuan supaya generasi muda tidak melakukan kesilapan yang sama menyalahguna IT untuk perkara sia - sia.

Facebook, Whatsapp, Internet , blog atau apa jua sewaktu dengannya.

Disebabkan IT ini disertai oleh semua golongan manusia yang ada di muka bumi, jadi kita mesti mengawal dan memberikan panduan supaya IT tidak disalahguna. Dari membuat dosa, apa kata kalau kita buat pahala.

Contoh 1
Facebook/Whatapp/Blog

Dosa. Tayang gambar dedah aurat. Mengumpat, fitnah dan mengadu domba. Buat status tak ada tujuan. Aibkan orang. Kutuk laki bini sendiri. atau sewaktu dengannya. Main game. Tiada faedah dari segi menjana minda atau belajar apa jua ilmu.

Pahala. Tubuh group sebar ilmu. Kongsi ilmu dan tazkirah. Status boleh menasihatkan diri sendiri dan juga orang lain yang membaca. Share apa jua yang bermanfaat. Berkawan dengan para ulamak dan ustaz. Dengar kuliah agama. Banyak group di pasaran bergantung kepada minat masing masing. Kongsi Ayat Al Quran, Hadis dan nasihat.

Point 2 Ubah dari Kejahatan kepada Kebaikan

Aku bukan suruh tukar kebatilan kepada kebenaran, tapi ubah persepsi dan buat anjakan paradigma. Contoh.

Jika ada orang buat blog fitnah, maka kita buat blog sebar kebaikan dan ilmu.
Jika ada orang buat status sia - sia, kita buat status yang bermanfaat.
Jika ada orang buat group maksiat, kita buat group usrah dan anjur kebaikan.
Jika ada orang share gambar buruk, kita post gambar cantik dan indah.

Jika tiada idea nak tukar, jangan buat apa apa. Itu lebih baik!

Point 3 Berintegriti, amanah dan bertanggungjawab - accountability yang tinggi


Walaupun menulis dan menaip semudah di hujung jari, kita mesti ingat, apa yang kita buat akan dipertanggungjawab di Padang Marshar kelak. Hatta sebesar biji sawi. 

1. Jangan bermain lontar batu sembunyi tangan, kerana malaikat kiri dan kanan mencatat segalanya.
2. Sila masukkan sumber rujukan dari mana maklumat diperolehi. Jangan mengaku hak sendiri.
3. Buat kajian sebelum share atau like sebarang post. Terlalu banyak perkara palsu dan fitnah dibuat oleh mereka yang tidak bertanggungjawab. Rujuk mereka yang ahli jika ragu dan keliru.
4. Amalkan dan budayakan keilmuan.
5. Delete post jika ia disedari salah dan menyesatkan. Buat pengumuman penarikan. Manusia tidak lari dari kesilapan, tetapi jangan sengaja buat kesalahan.
6. Apa tujuan anda menaip dan menulis? Semuanya bergantung kepada niat. Nak buat pahala atau nak buat dosa? Tanya soalan mudah ini sebelum mula menaip. 

Closing
Facebook, whatsapp, blog serta segala bentuk gadget dan tool di zaman IT. Ia boleh membawa ke syurga dan boleh juga membawa ke neraka.

Pilihlah yang terbaik.

wassalam.

Wednesday, 20 November 2013

Teamwork

"Coming together is a beginning.
Keeping together is progress.
Working together is success."

(Henry Ford)

Tuesday, 19 November 2013

ACB 1 ; The Speech to Inform (Economic Development by Palm Oil Industry in Sabah)



1. Opening

*As per end year 2012, Sabah oil palm total planted area recorded at 1.44 million or 28% of total planted area all over Malaysia or 5.08 million Ha.
*Production of CPO at 18.8 million mt and PK 4.7 million mt respectively.
*Generate total revenue at RM71.395 billion. It is inclusive (Palm oil, PK oil, PK cake, Oleochemicals, biodiesel, finished products and other palm products).

*FFB price at mill gate RM615. *OER Sabah 21.02% / Malaysia 20.35%.
*Yield FFB 18.89 mt/ha/year CPO 3.84 mt/ha/year

2. Body
2.1 Job opportunity to local and foreigners.
*From top post to lower post. Open of plantation estates, new mills, refineries, transporters, supplliers, consultancy and others economic developments.
*Top post such (Estate owner, engineers, estates managers, planting advisor and administration)
*Middle post (Staff, clerk, supervision)
*Lower post (mill operators, estates harvesters, drivers)

2.2 Improve Standard living of local people and surrounding.
*Job oppurtunity - money for living and spending.
*Oppotunity to make business. Increase of customers. Varios types of business. Expand the business.

2.3. Government Source of Income from taxes
*MPOB tax. *Sabah Salex tax. *Sabah Port tax. *Foriegn workers levy
 *Revenue for government mean better public facilities such as road, school, hospital and BRIM!
*More money, more oppotunity for government to spend.

3. Closing
Sabah, the biggest state produce CPO in Malaysia changed the economic landskap of this state since early 1970.

Give golden oil which is provide job opportunity, improve standard of living and major income of state and federal government.

I as one of palm oil mill engineer and also a mill manager in one of 124 palm oil mills in Sabah feel proud to be one the key player.

Thank you.

Back to you.

Ref
http://bepi.mpob.gov.my/images/overview/Overview_of_Industry_2012.pdf


Wednesday, 13 November 2013

Ilmu dan Amal

Rasulullah S.A.W telah bersabda, 

"Ilmu itu ada dua jenis, ilmu yang ada dalam hati (disertakan amal), maka itulah yang bermanfaat, dan ilmu (yang hanya) berada di atas lidah (tanpa diamal), maka itulah ilmu (yang menjadi) hujjah Allah (untuk mendakwa kesalahan) terhadap anak Adam"

(Riwayat Ibnu Syaibah dan Al Khatib)

Tuesday, 12 November 2013

Taufan dalam Al Quran



أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Adakah seseorang di antara kamu suka mempunyai sebuah kebun dari pokok tamar (kurma) dan anggur, yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, ia juga mempunyai dalam kebun itu segala jenis buah-buahan, sedang ia sudah tua dan mempunyai banyak anak cucu yang masih kecil, lalu kebun itu diserang oleh angin taufan yang membawa api sehingga terbakarlah ia ? Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu keterangan-keterangan, supaya kamu berfikir (dan mengambil iktibar).

Al Baqarah ayat 266

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُّجْرِمِينَ

(Allah berfirman): Kami pun menghantarkan kepada mereka taufan, dan belalang, dan kutu, dan katak, dan darah, sebagai tanda-tanda dan bukti yang jelas nyata, maka mereka juga tetap berlaku sombong takbur dan menjadi kaum yang menderhaka.

Al A'raf 133

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ

Mereka tetap juga mendustakan Nabi Nuh, lalu Kami selamatkan dia bersama-sama pengikut-pengikutnya yang beriman di dalam bahtera, dan kami jadikan mereka pengganti-pengganti (yang memakmurkan bumi) serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (dengan banjir dan taufan sehingga punah-ranah semuanya). Maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang (yang mendustakan ayat-ayat kami) setelah diberi amaran.

Yunus ayat 73

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

Dan buatlah bahtera dengan pengawasan serta kawalan Kami, dan dengan panduan wahyu Kami (tentang cara membuatnya); dan janganlah engkau merayu kepadaKu untuk menolong kaum yang zalim itu, kerana sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan (dengan taufan)".

Surah Hud ayat 37

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِّن قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ قَالَ إِن تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

Dan Nabi Nuh pun membuat bahtera itu, dan tiap-tiap kali sepuak dari kaumnya melalui tempat ia membina bahteranya, mereka mengejek-ejeknya. Nabi Nuh pun menjawab: "Jika kamu memandang kami bodoh (kerana membuat bahtera ini), maka sesungguhnya kami juga memandang kamu bodoh (kerana keingkaran kamu), sebagai (balasan) ejekan kamu.

Surah Hud ayat 38

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

Maka kamu akan mengetahui siapakah yang akan didatangi azab yang menghinakannya di dunia, dan yang akan ditimpakan pula dengan azab yang kekal pada hari akhirat kelak".

39

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

(Nabi Nuh terus bekerja) sehingga apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang menandakan kedatangan taufan), Kami berfirman kepada Nabi Nuh: "Bawalah dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap sejenis haiwan (jantan dan betina), dan bawalah ahlimu kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya (disebabkan kekufurannya), juga bawalah orang-orang beriman". Dan tidak ada orang-orang yang beriman yang turut bersama-samanya, melainkan sedikit sahaja.

Surah Hud ayat 40

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

Anaknya menjawab: "Aku akan pergi berlindung ke sebuah gunung yang dapat menyelamatkan aku daripada ditenggelamkan oleh air". Nabi Nuh berkata: "Hari ini tidak ada sesuatupun yang akan dapat melindungi dari azab Allah, kecuali orang yang dikasihani olehNya". Dan dengan serta-merta ombak itu pun memisahkan antara keduanya, lalu menjadilah ia (anak yang derhaka itu) dari orang-orang yang ditenggelamkan oleh taufan.

Surah Hud ayat 43

وَنَصَرْنَاهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْنَاهُمْ أَجْمَعِينَ

Dan Kami membelanya dari angkara kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami; sesungguhnya adalah mereka kaum yang jahat; lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (sehingga mati lemas dengan taufan).

Surah Al Anbiya ayat 77

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

Lalu Kami wahyukan kepadanya: "Buatlah bahtera dengan pengawasan serta kawalan Kami, dan dengan panduan wahyu Kami (tentang cara membuatnya); kemudian apabila datang hukum Kami untuk membinasakan mereka, dan air memancut-mancut dari muka bumi (yang menandakan kedatangan taufan), maka masukkanlah ke dalam bahtera itu dua dari tiap-tiap jenis haiwan (jantan dan betina), dan bawalah ahlimu (dan pengikut-pengikutmu) kecuali orang yang telah ditetapkan hukuman azab atasnya di antara mereka (disebabkan kekufurannya); dan janganlah engkau merayu kepadaku untuk menolong kaum yang zalim itu, kerana sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan dengan taufan sehingga mati lemas.

Surah Al Mukminun ayat 27

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggalah ia dalam kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun; akhirnya mereka dibinasakan oleh taufan sedang mereka berkeadaan zalim (dengan kufur derhaka).

Surah Al Ankabut ayat 14

مِّمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُم مِّن دُونِ اللَّهِ أَنصَارًا

Disebabkan dosa-dosa dan kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan (dengan banjir dan taufan), kemudian (pada hari akhirat) dimasukkan ke dalam neraka; maka mereka tidak akan beroleh sebarang penolong yang lain dari Allah (yang dapat memberikan pertolongan).

Surah Nuh ayat 25


Padang Ragutnya Subur Tetapi Malang, Kambing Pula Sakit


Daripada Tulisan Dr ‘Aidh Qarni tentang sikap kasar kita sebahagian orang Islam,orang Arab dan lain-lain berbanding dengan sebahagian orang barat.

(المرعى أخضر ولكن العنز مريضة) بقلم د. عائض القرني

Aku menulis risalah ini dari bumi Paris ketika berkunjung ke sana untuk rawatan lutut.

Aku sebenarnya takut akan tohmahan yang mengatakan aku cenderung kepada Barat, sedangkan aku menulis tentang mereka dengan penuh kebenaran dan keinsafan berdasarkan penelitian dan pemerhatianku.

Demi Allah! Sesungguhnya debu-debu pada kasut Nabi Muhammad bin Abdullah sollallahu ‘alaihi wasallam adalah lebih ku cintai dari seluruh bumi Amerika dan Eropah dihimpunkan bersama.

Tetapi, mengakui dan mengiktiraf kebaikan orang lain bukanlah suatu yang tercela bahkan ianya merupakan manhaj al-Quran.

Firman Allah Ta’ala:

ليسوا سواء من أهل الكتاب أمة قائمة

Maksudnya: “Ahli-ahli Kitab itu tidaklah sama. Di antaranya ada golongan yang (telah memeluk Islam dan) tetap (berpegang kepada agama Allah yang benar)…” [Ali Imraan: 113].

Ketika aku berada di Paris, selain merujuk kes kesihatanku dengan para doktor, aku sempat melawat beberapa buah perpustakaan serta melihat dan memerhati gelagat masyarakat di sana. Aku perhatikan pergaulan dan hubungan sesama mereka. Sepanjang itu, aku mendapati wujudnya nilai kesenian sebuah tamadun, tabiat yang indah, jiwa yang lembut, kemesraan sebuah pertemuan, adab yang baik dengan yang lain, tona suara yang tenang, hidup yang kemas tersusun, janji yang ditepati dan ketertiban dalam urusan hidup seharian!

 Lantas terlintas persoalan di benakku…

Bagaimana pula halnya dengan kita semua warga Arab?

Ibn Khaldun rahimahullah telah mendahuluiku dengan menyifatkan kita (bangsa Arab) dengan sikap perengus dan kasar.

Walaupun begitu, aku masih berbangga menjadi seorang Arab dek kerana Al-Quran itu berbahasa Arab dan Nabi Muhammad s.a.w juga seorang Arab.

Jika tidak kerana Wahyu itu yang telah mendidik dan mengasuh para pengikutnya, nescaya kita semua masih berada di takuk lama tatkala manusia menyembah berhala Hubal, Lata, Uzza dan Manat yang ketiga dan sekeliannya!

Namun, kita masih lagi punya jiwa yang kering, hambar dan keras mengikut kadar jauhnya kita dari mengamalkan Syariat yang suci.

Kita adalah masyarakat yang pemarah, bengis dan perongos…kecuali mereka yang dirahmati Allah (maka mereka bebas dari sikap itu).

Lihat sahaja sebahagian para masyaikh (guru) dan penuntut ilmu termasuk diriku. Kita kekeringan akhlak yang sempurna, punya nilai diri yang rendah. Terlalu kusam akhlaknya sehinggakan jika ditanya tentang sesuatu kepada sebahagian mereka menyambut persoalan itu dengan masam muka, berpaling dengan tiada menunjukkan minat dan penuh dengan sikap tidak endah.

Para petugas keamanan dari kalangan tentera misalnya. Mereka bersikap sangat kasar dan bengis ketika bertugas. Dengan pakaian seragam mereka itu, menaikkan lagi keangkuhan dan keegoan di khalayak awam.

Dari kalangan para suami pula, berlagak dan berani tidak bertempat. Bengis dan tegas, menakutkan dan menggerunkan bak singa tatkala berhadapan dengan para isteri. Tetapi bila di luar sana sangat lemah lembut, sopan dan mesra alam pula sifatnya!

Tidak ketinggalan juga para isteri. Sebahagiannya umpama kala jengking yang menyengat dan ular yang berbisa!

Begitu juga di kalangan para penjawat awam yang memikul amanah rakyat. Perwatakan mereka persis Namrud bin Kan’aan. Penuh takabbur dan sombong. Bila menyapa seringkali mereka berasa hebat. Tatkala duduk di khalayak ramai mereka seolah-olah bertambah mulia dan gah dengan jawatan yang dipegangnya.

Pegawai-pegawai polis seringkali berbicara dengan bahasa yang kesat, pedih dan menyakitkan.

Para ustaz dan guru sangat tawar dan hambar dengan para pelajar….

Sesungguhnya semua ini menyebabkan kita sangat perlu kepada perubahan. Kita berhajat kepada sebuah sekolah khusus (Maahad Tadrib Latihan) mendidik manusia tentang akhlak mulia.

Kita sangat berhajat kepada institusi yang mampu melahirkan para penjawat awam yang punya perwatakan penuh rahmat, kasih sayang, sopan santun dan tawadhuk.

Kita berhajat kepada sebuah markaz melatih para tentera bersopan dengan masyarakat awam.

Kita perlukan kolej khas dan bengkel yang mampu mengajar para suami dan isteri seni kehidupan berumahtangga.

Umat hari ini ternyata perlu kembali kepada perlaksanaan Syariat yang tuntas dan tepat agar dapat kita keluar dari belenggu kehambaran dan kekerasan jiwa yang jelas terlihat kusamnya di wajah dan pergaulan kita.

Di Negara-negara Arab seringkali kamu akan bertemu dengan masyarakatnya yangberwajah seolah-olah penuh debu dilitupi warna hitam dan gelap gelita kesan dari tekanan, sikap takabbur, bongkak, dongkol, bebal dan keluh kesah.

Kita sebenarnya telah menyempitkan diri kita sendiri, manusia dan kehidupan seluruhnya!

Kerana itu kita akan mendapati sikap pengguna jalanraya yang melanggar peraturan lalulintas, menjadi sebab kesesakan dan seringkali bertikam lidah, berbalah dan berkelahi sesama sendiri.

Keadaan dan tabiat ini telah dipersetujui akan sebabnya oleh teman-teman para pendakwah tatkala soalanku kepada mereka:

“Apakah puncanya semua ini?” Lalu jawab mereka :

الحضارة ترقق الطباع!

“Ketamadunan yang telah melembutkan tabiat kemanusiaan.”

Berbeza halnya di sini (Perancis). Jika kita bertanyakan arah jalan kepada seorang warga Perancis, dia akan segera keluar dari kenderaannya dengan membawa sebuah peta menuju ke kereta kita. Setelah itu dia akan menerangkan semuanya dengan jelas sedang kita masih berada di kerusi pemandu di dalam kereta kita.

Tatkala kita berjalan di sebuah laluan, lalu hujan mulai turun. Anda akan mendapati seseorang akan membuka payung untuk melindungi kita dari terkena hujan.

Begitu juga misalnya ketika sedang berebut atau bersesak di hadapan pintu masuk hotel mahupun hospital, pasti akan ada insan yang memberi laluan diiringi kata-kata yang penuh sopan dan menyenangkan.

(Di Paris) Ku lihat banyak hadis-hadis Nabi s.a.w diamalkan dan direalisasikan. Erti dan kehormatan yang berbalas, bahasa yang sopan dan gaya hidup bertamaddun khasnya dalam aspek pergaulan dan perhubungan sesama manusia.

Sedangkan jika ingin dibandingkan dengan warga tanah Arab, ternyata berbeza. Jika sedang marah, pasti akan diselangi dengan kata-kata laknat, caci-maki, cercaan dan hinaan. Ke mana hilangnya manhaj Al-Quran yang mengajar kita dengan ayat- ayat seperti:

«وقل لعبادي يقولوا التي هي أحسن » ،

Maksudnya: {Dan katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku (yang beriman), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik…}. [Al-Israa': 53].

« وإذا خاطبهم الجاهلون قالوا سلاما » ،

Maksudnya: {Apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini.} [Al-Furqan: 63]

« فاصفح الصفح الجميل »

Maksudnya: {…serta layanlah mereka dengan cara yang elok.} [Al-Hijr: 85]

«ولا تصعّر خدّك للناس ولا تمش في الأرض مرحاً إن الله لا يحب كل مختال فخور، واقصد في مشيك واغضض من صوتك إن أنكر الأصوات لصوت الحمير»

Maksudnya: {Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai}. [Luqman: 18 -19].

Begitu juga sebagaimana di dalam Hadith:

وفي الحديث: « الراحمون يرحمهم الرحمن »

“Orang-orang yang mempunyai rahmat (kasih sayang) akan dirahmati dan disayangi Ar-Rahman.” [HR: Abu Daud]

و «المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده »

“Seorang muslim itu adalah orang yang selamat orang Islam yang lain dari bahana lidah dan tangannya.” [Muttafaq Alaih].

و «لا تباغضوا ولا تقاطعوا ولا تحاسدوا»

“Janganlah kamu bermusuh, janganlah berhasad dengki, jangan menjadi batu api, jangan memutuskan silaturrahim. Jadilah kamu semua hamba Allah yang bersaudara.” [Muttafaq Alaih].

Kita punya Syariat yang bersifat Rabbani lagi penuh keberkatan namun sangat lemah perlaksanannya.

Telah berkata seorang cendiakawan India :

المرعى أخضر ولكن العنز مريضة

“Padang ragut subur tetapi malang kambingnya pula sakit.”

Akhirnya aku bermohon agar sesiapa sahaja yang membaca risalahku ini perlu berusaha sedikit demi sedikit membuat perubahan sikap dan paradigma. Ubahlah sikap sesama masyarakat sekeliling, keluarga, manusia seluruhnya samada Islam atau lainnya.

Wajib atas kita memperbaiki hubungan dan meningkatkan kualiti pergaulan dengan manusia…kerana kitalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…

Alihbahasa: Abu Fatih Al-Mubaraki.

Dibaca oleh: Abu Anas Madani.

Pondok Sungai Durian.

Tarikh: 3 Muharram
1435H – 7/11/2013.

(المرعى أخضر ولكن العنز مريضة)

بقلم د. عائض القرني

أكتب هذه المقالة من باريس في رحلة علاج الركبتين
وأخشى أن أتهم بميلي إلى الغرب وأنا أكتبُ عنهم شهادة حق وإنصاف ، ووالله إن غبار حذاء
محمد بن عبد الله ( صلى الله عليه وسلم ) أحبُ إليّ من أميركا وأوروبا مجتمِعَتين .

ولكن الاعتراف بحسنات الآخرين منهج قرآني ، يقول تعالى:
« ليسوا سواء من أهل الكتاب أمة قائمة ».

وقد أقمت في باريس أراجع الأطباء وأدخل المكتبات وأشاهد
الناس وأنظر إلى تعاملهم فأجد رقة الحضارة ، وتهذيب الطباع ، ولطف المشاعر ، وحفاوة
اللقاء ، حسن التأدب مع الآخر ، أصوات هادئة ، حياة منظمة ، التزام بالمواعيد ، ترتيب
في شؤون الحياة !

أما نحن العرب ؟؟؟

فقد سبقني ابن خلدون لوصفنا بالتوحش والغلظة ، وأنا
أفخر بأني عربي؛ لأن القرآن عربي والنبي عربي ، ولولا أن الوحي هذّب أتباعه لبقينا

Ref

Sunday, 10 November 2013

Galakan bermesyuarat dalam Islam

Bab 97 Riyadus Solihin

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.

Ali Imran ayat 159

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menyahut dan menyambut perintah Tuhannya serta mendirikan sembahyang dengan sempurna; dan urusan mereka dijalankan secara bermesyuarat sesama mereka; dan mereka pula mendermakan sebahagian dari apa yang Kami beri kepadanya;

Asy Syura ayat 38


Friday, 8 November 2013

Jom berselawat ke atas Nabi SAW

Perkataan Selawat atau Salawat ( Bahasa Arabالصلوات ) diambil dari perkataan solat (Bahasa Arabالصلاة ), beerti doapujian.
Menurut istilah Kamus Bahasa Melayu, selawat ditakrifkan sebagai; "doa kpd Tuhan supaya dilimpahkan rahmat atas Nabi Muhammad S.A.W.[1]"

Ibnu Kasir berkata dalam tafsirnya: Telah berkata Al-Bukhari: Telah berkata Abu `Aliyah:

Salawat Allah subhanahu wata`ala ialah pujian-Nya di sisi para Malaikat.

Dan Salawat Malaikat ialah doa.

Dan Salawat orang Mukmin ialah memohon rahmat daripada Allah ke atas Nabi Muhammad S.A.W[2]

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) ke atas Nabi (Muhammad S.A.W). Wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan. [Al-Ahzab: 56]

Definisi kejayaan

Ramai orang mendefinisikan kejayaan.

Ada rumah besar. Kereta besar. Berkawan dengan orang besar besar. Pangkat besar. Gaji besar. Bini pun besar.

Ramai orang merasakan mereka berjaya. Dunia ini umpama mereka punya. 

Namun, dalam segala kejayaan itu, hatinya makin jauh. Ibadatnya makin kurang dan lalai. Jiwanya makin kontang. Rohnya makin gersang.

Kaya dunia, tapi bekalan untuk nun hari di sana, kurang. Hilang. Muflis.

Kawan. Usah cinta itu dunia. Usah takutkan mati.

Kelak cinta itu dunia, takut kau mati, muflis dan jatuh bankrap kelak di sana.

Ya, kawan. Aku tahu, dunia ini usah ditinggalkan. Namun, dalam rakus mu dengan dunia, usah dilupai hari esok.

Jika 1000 tahun bekalan kau mahu hidup, sediakan jua bekalan untuk esok kau mati.

Hidup mesti seimbang kawan. Jangan pincang. Jangan tempang. Jangan bermata satu!

Sunday, 3 November 2013

Bulan bulan dalam Kalendar Hijrah

Berikut adalah nama bulan Islam dan asal-usulnya (yang kebanyakannya muncul sebelum Islam lagi). Kebanyakan nama tersebut timbul sempena cuaca ketika suatu peristiwa besar berlaku ataupun sempena peristiwa besar tersebut. 

Walau bagaimanapun, oleh kerana semuanya adalah nama bulan dan bulan berubah 11 hari lebih awal setiap tahun, maka, musim atau peristiwa asal tidak begitu mempengaruhi nama sesetengahnya kini.

Muharam al-Haram (dipendekkan kepada Muharram – محرّم)Bulan ini mengambil perkataan "Haram" yang bermaksud terlarang. Ini disebabkan budaya atau tradisi Arab mengharamkan sebarang peperangan pada bulan ini. Selepas munculnya Islam, Allah meneruskan budaya ini lantas menjadi satu antara empat bulan haram dalam Islam.

Safar (صفر)Perkataan in bermaksud tiupan angin. Ketika nama tersebut mula diguna pakai, kemungkinan yang ketika itu adalah waktu yang berangin. Safar juga menunjukkan yang masyarakat Arab (badwi) meninggalkan rumah mereka.

.Rabiulawal (ربيع الأول)Bulan pertama musim bunga iaitu masa ketika bulan tersebut dinamakan.Rabiulakhir (ربيع الآخر/ ربيع الثاني)Bulan kedua musim bunga

.Jamadilawal (جمادي الأول)Bulan pertama musim panas. "Jumada" bermaksud kering.Jamadilakhir (جمادي الآخر / جمادي الثاني)Bulan kedua musim panas. Jamada, juga bulan yang lain juga lebih sejuk, yang membawa maksud telaga menyejuk adalah suatu yang biasa ketika itu

.Rejab (رجب)Satu lagi bulan suci yang mengharamkan perlawanan atau peperangan dan salah satu bulan yang dihormati. Ia juga dikenali sebagai Rajab al Fard. Fard bermaksudkeseorangan; kerana tiga bulan suci yang lain berada jauh dan berturutan berbanding Rejab di tengah-tengah

.Syaaban (شعبان)Bulan ini terbit dari perkataan "syu'ba", bermaksud berpecah/menyimpang. Masyarakat Arab dahulu sering keluar dan berpecah untuk mencari air

.Ramadan (رمضان)Diambil daripada perkataan "ramda", yang bermaksud batu panas. Ini menceritakan ketika nama tersebut diberikan, keadaan amat panas ketika itu


.Syawal (شوال)Diambil daripada perkataan yang membawa maksud, apabila unta betina bunting. Ketika nama bulan ini diberikan, lazimnya unta betina bunting pada ketika itu.


Zulkaedah (ذو القعدة)Diambil daripada perkataan "qa'ada" bermaksud untuk duduk. Inilah bulan suci ketiga yang mengharamkan sebarang pertempuran. Kebanyakan orang juga mula menghentikan aktiviti perniagaan mereka untuk duduk dan bersedia untuk menunaikan Haji.

Zulhijah (ذو الحجة)Ini adalah bulan suci terakhir dalam setahun dan dilarang melakukan sebarang pertempuran kerana pada bulan ini, haji dilaksanakan. Perkataan tersebut juga mengambil perkataan "haji" sebagai rujukan nama bagi bulan haji ini.

Maal Hijrah dan Muharram

Hijrah Nabi bukan berlaku dalam bulan Muharam. Ia berlaku pada bulan Rabiuawal.

Hari Isnin 8 Rabiulawal bersamaan 20 September 622M, Rasulullah (SAW) akhirnya tiba di Quba, sempadan Madinah dan benar-benar masuk ke Kota Madinah pada 12 Rabiulawal, hari Jumaat dan mendirikan solat Jumaat yang pertama di Kampung Bani Amar. Kaum Muslimin semua keluar untuk menyambut baginda.

Awal muharram diambil sebagai permulaan tahuan hijrah oleh Khalifah Saidina Omar RA.
Namun begitu, banyak peritiwa penting dalam Islam berlaku dalam bulan Muharam.

PERISTIWA PENTING DALAM MUHARAM1. 

1 Muharam - Khalifah Umar Al-Khattab menetapkan adalah hari pertama bagi setiap tahun baru Islam (Kalendar Hijriah).

2. 10 Muharam - Dinamakan juga hari 'Asyura'.. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilah dan kebenaran.Pada 10 Muharam juga telah berlaku:

1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah.

2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.

3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.

4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raj a Namrud.

5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.

6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.

7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah.

8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.

9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.

10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.

11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.

12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah ker ajaan yang besar.

13. Hari pertama Allah menciptakan alam.

14. Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.

15. Hari pertama Allah menurunkan hujan.

16. Allah menjadikan 'Arasy.

17. Allah menjadikan Luh Mahfuz.

18. Allah menjadikan alam.

19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.

20. Nabi Isa diangkat ke langit.

Di Kelantan..kebiasaannya Hari Asyura disambut dengan gotong royong bubur asyura.

Tiada kisah yang menukilkan sambutan tahun baru hijrah di zaman Nabi, namun ia dilakukan oleh orang zaman sekarang atas dasar syiar Islam. 

Berarak dengan pelbagai sepanduk dan sebagainya.

Keadilan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. Hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.

Al Maidah ayat 8

Larangan arak, derhaka ibubapa dan menjadi dayus


Aku Nak Jadi Petani

Petani

Inilah impian saya. Saya nak jadi petani. Kenapa? Sebab ia darah daging saya. Ia minat saya. Sejak bila? Sejak saya kecil hingga sekarang.

Macam mana nak capai impian kamu?
Saya kerja cari duit dan modal. Saya kerja cari pengalaman. Saya belajar cari ilmu. Apa saja saya belajar dengan tekun untuk mencapai cita cita untuk menjadi seorang usahawan tani satu masa nanti. 

Bila? Sebelum berumur 40 tahun.

Apa yang penting sekarang? Kumpul duit, cari tanah dan mulakan projek. Ya, sekarang mula menyimpan.
 
Aku nak tanah, aku nak jadi petani. Berikan aku tanah dan aku buktikan apa yang aku boleh buat!

Berapa luas? Untuk permulaan, cukup 20 ekar.

...aku nak jadi petani.


*walaupun aku bergelar pengurus dan jurutera, ada 1 gred stim dan ice, ada mba,...semua tu nak menjurus kepada impian aku nak jadi petani.

Moga Allah kabulkan pemintaan aku. Amin.

Friday, 1 November 2013

Set target dan kepimpinan

Set target nak capai sesuatu bermula dari ketua aka manager. Bila ketua sudah positif dan optimis, tambah pula cakap serupa bikin, kepimpinan melalui teladan, teamwork maker, team leader,  sentiasa bersikap positif dlm apa jua cabaran, insya Allah,
Semua boleh dicapai.
Jgn lupa guna SMART principles.
+ doa dan tawakkal.

Apa pun boleh dicapai.

Sebagai ketua, standard dan set target mesti tinggi atau optimis kerana anak buah akan buat kurang dari itu. Target A+, sekurang dapat A- atau B+. Tapi kalau ketua kata, "dapat B pun ok maaa, bukan dapat bonus dan gaji lebih pun!"

Maka dia akan mendapat anak buah standard C.

Kesan psikologi dan impak pemikiran dan tidakan ketua amat memberikan kesan kpd anak buah. 

Manager do things right, but leader do the right thing.

Hari ini organisasi banyak bos, tapi amat jarang sekali nak jumpa leader.

Bukankah kita digalak supaya sentiasa meningkatkan diri supaya lebih baik dari semalam.

Salam jumaat dan selamat beribadat.